Bogor24Update – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengungkap bahwa saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali operasional tambang.
Melibatkan tiga universitas sekaligus, Ajat menyebut bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta sejumlah pertimbangan sebelum pada akhirnya tambang di wilayah Kabupaten Bogor yang mencakup Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang bisa beroperasi.
“Beberapa waktu lalu kita ke sana (Bandung) diundang pak Gubernur karena ada ekspose dan kajian dari ITB, IPB, serta Unpad yang memperlihatkan paparannya mengenai tambang,” ujar Ajat kepada wartawan di Cibinong, Senin, 26 Januari 2026.
Dari hasil pertemuan itu, kata Ajat, ada kajian yang diutamakan mengenai kepatuhan pengelola dalam menjalankan pertambangan dari sisi lingkungan hingga ekonomi.
“Artinya kebijakan ke depan diambil berdasarkan kajian akademis yang telah dipaparkan itu. Nah, dari situ terlihatlah ada perusahaan yang bisa dilanjutkan tapi dengan catatan-catatan segala macam, tapi itu domainnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar),” ucapnya.
Ajat mengungkapkan, berdasarkan indeks, hampir 90 persen masyarakat di Kecamatan Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang memiliki pekerjaan di sektor pertambangan.
“Berdasarkan indeks itu mereka lebih nyaman di sektor pertambangan, ini harus dipikirkan jauh sama pak Gubernur dan pak Bupati untuk diperhatikan pendidikannya dan kesehatannya,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, para pengusaha tambang pun diharapkan bisa lebih peka terhadap lingkungan jika nantinya operasional tambang dibuka kembali oleh KDM.
“Harapannya kalau tambang dibuka sama pak Gubernur, maka harus ada kontribusi yang jelas dari masyarakatnya, baik secara langsung ataupun didapat berdasarkan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB),” pungkasnya.(*)






















