Bogor24Update – Sebanyak 200 warga difabel dari enam kecamatan di Kota Bogor dan didampingi 100 orang pendamping mengikuti buka puasa bersama di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Ketua Panitia, Hettyana Yasin Raharja, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas di Kota Bogor.
“Dari PGB Bangau Putih Peduli dan Vihara Dhanagun setiap tahun kami mengadakan buka puasa bersama dengan penyandang disabilitas. Tahun ini ada sekitar 200 orang yang hadir ditambah sekitar 100 orang pendamping,” ujarnya dikutip Senin, 9 Maret 2026.
Hettyana menjelaskan, peserta yang hadir berasal dari enam kecamatan di Kota Bogor. “Dari Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Barat, Bogor Tengah, dan Tanah Sareal. Tidak ada dari Kabupaten,” ucapnya.
Pihak panitia juga berupaya menghadirkan peserta yang berbeda setiap tahunnya, kata ia, agar lebih banyak penyandang disabilitas yang dapat merasakan manfaat kegiatan tersebut.
“Untuk kali ini ada beberapa yang belum pernah kami undang sebelumnya. Kami ingin tidak selalu orang yang sama, karena penyandang disabilitas di Bogor jumlahnya mencapai ribuan, jadi kami mengundang mereka secara bergantian,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para peserta sekaligus membantu mereka yang membutuhkan.
Hettyana juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, sponsor, dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
“Kami berterima kasih kepada para donatur, sponsor, dan relawan. Tanpa mereka kami tidak bisa melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BSF-CGM 2026, Arifin Himawan, menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama warga difabel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM).
Ia mengatakan, biasanya kegiatan tersebut tidak masuk dalam rangkaian CGM karena waktunya berbeda dengan bulan Ramadhan. Namun tahun ini kedua momen tersebut bersamaan.
“Rangkaian kegiatan dimulai pada tanggal 1 dengan santunan kepada sekitar 400 anak yatim, kemudian dilanjutkan pasar malam selama tiga hari, dan hari ini tanggal 8 kita mengadakan buka puasa bersama warga difabel yang diinisiasi oleh PGB Peduli,” jelasnya.
Lanjut ia, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga difabel di Kota Bogor yang jumlahnya cukup banyak, namun masih memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama penyandang disabilitas masih jarang dilakukan. Karena itu, kegiatan di Vihara Dhanagun ini menjadi salah satu yang terbesar di Kota Bogor.
“Tahun ini jumlah peserta juga meningkat. Sebelumnya sekitar 150 orang, sekarang menjadi 200 orang,” ujarnya.
Arifin berharap ke depan semakin banyak pihak yang mendukung kegiatan sosial tersebut agar lebih banyak penyandang disabilitas yang dapat dibantu.
“Walaupun kita berbeda agama, tetapi kita tetap saudara dalam kemanusiaan. Itu yang ingin kita tekankan,” pungkasnya. (*)





















