Sukabumi24update – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, trotoar di kawasan Pintu hek dipenuhi aktivitas ibu-ibu penjual ketupat. Di pinggir jalan, mereka duduk berjejer sambil sibuk menjajakan jualannya ada juga yang menganyam daun janur menjadi ketupat untuk dijual kepada warga yang mulai mempersiapkan hidangan lebaran.
fatimah (39 tahun), warga ciaul, kecamatan Cikole, kota Sukabumi menjadi salah satu penjual ketupat jadi sejak kemarin menjajakan dagangannya. Ada juga Ridwan yang tampak telaten menganyam ketupat berbagai ukuran. Ia menjual ketupat kecil hingga besar, termasuk anyaman khusus untuk lontong.
“Yang kecil dan besar ada, untuk lontong juga ada,” ujar Ridwan sambil terus merapikan anyaman di trotoar jalan. Selasa (26/5/2026).
Ketupat buatannya dijual Rp 35 ribu per gantung. Dalam satu gantung biasanya berisi sepuluh buah ketupat.
Meski mulai ramai pembeli, Fatimah mengaku permintaan menjelang Idul Adha tahun ini tidak sebanyak saat Idul Fitri.
“Kalau sebelum Idul Fitri biasanya lebih ramai. Sekarang baru laku sekitar 50 buah,” katanya.
Biasanya, fatimah mampu membuat hingga 300 ketupat dalam sehari. Namun tahun ini ia hanya menyiapkan sekitar 200 buah karena khawatir tidak habis terjual.
Fatimah merupakan pedagang musiman, saat perayaan besar saja.
“Kalau hari biasa ada juga yang cari, banyak untuk pedagang makanan yang menggunakan ketupat,” ujarnya.
Namun menurutnya, permintaan menjelang Idul Adha kali ini juga cenderung lebih sedikit dibandingkan momen Idul Fitri.
Salah seorang pembeli Nina Fatimah, mengaku lebih memilih ketupat jadi di banding harus membuat sendiri.
“ya lebih baik beli jadi aja dari pada harus membuat lama dan ribet,butuh tenaga banyak belum nyiapin yang lainnya pokonya lebih enak beli jadi lebih simpel”. Ujar Nina
Di tengah keramaian pasar, aktivitas para ibu-ibu itu menjadi bagian dari tradisi yang terus bertahan dari tahun ke tahun.






















