Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuat parit sebagai pembatas area perkebunan atau pertanian dengan lahan TPA Galuga untuk meminimalisir api meluas.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan kebakaran berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga yang tidak aktif, atau tak lagi digunakan.
“Untuk mencegahnya petugas membangun parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA mencegah api merambat ke timbunan sampah aktif,” jelas Rudy kepada wartawan, Selasa 8 September 2026.
Rudy menuturkan, proses pemadaman terkendala akses karena titik api berada di bagian belakang kawasan TPA dan tidak dapat dijangkau langsung kendaraan pemadam.
Untuk mencapai titik itu, petugas harus menyambungkan sejumlah selang hingga mencapai panjang sekitar 400–500 meter. Jauhnya jarak tersebut menyebabkan tekanan air berkurang saat mencapai titik api.
Untuk pemadaman, para personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor dikerahkan. Kepolisian turut mengerahkan kendaraan water cannon, sedangkan TNI Angkatan Udara membantu pemadaman melalui water bombing.
“Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja,” beber Rudy.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara luas area yang terbakar dan penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan.
Hingga Selasa pagi, proses pemadaman masih terus dilakukan. Pemkab Bogor pun berkoordinasi dengan Pemkot Bogor mengingat kebakaran juga berdampak pada lahan milik Kota Bogor yang ada di TPA Galuga.(*)





















