Bogor24Update – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran, di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang cukup panjang.
Imbauan tersebut disampaikan Dedie saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Padabeunghar, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu 13 September 2026.
Dedie mengatakan, di tengah keterbatasan yang ada, masih banyak pihak yang menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak bencana. Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Basolia, Baznas, Bagau Putih, Bogor Sahabat, serta PGB.
“Mudah-mudahan korban kebakaran kemarin, meskipun kita tidak bisa memperbaiki seluruhnya dan mengganti semua kerugian, tetapi sedikit perhatian ini mudah-mudahan membantu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan bencana yang terjadi pada 2 September 2026 itu meliputi peralatan makan, sembako, uang tunai, hingga material bangunan.
“Dari Basolia memberikan berupa material termasuk juga pengerjaan, ada biaya pengerjaan sedikit, mudah-mudahan bisa dikelola bersama, termasuk juga ada sepatu dan seragam dari PGB,” ucapnya.
Dedie menambahkan, bantuan perbaikan bagi warga terdampak tersebut merupakan bagian dari program Basolia yang melibatkan kepedulian para tokoh masyarakat dan tokoh agama.
“Jadi ini kontribusi dari para tokoh masyarakat, tokoh agama yang memiliki rasa kepedulian untuk masyarakat yang terkena bencana,” tuturnya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, Pemkot Bogor telah menyewakan hunian sementara (huntara) bagi para korban selama beberapa bulan, sembari menunggu proses perbaikan rumah mereka.
“Untuk para korban terdampak, untuk sementara kita sewakan dari hunian sementara sekitar 3 bulan, sambil menunggu rumahnya diperbaiki sedikit demi sedikit,” katanya.
Dedie juga mengingatkan masyarakat Kota Bogor agar lebih berhati-hati selama kondisi cuaca kering. Ia meminta warga menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Merokok sembarangan, apalagi membakar sampah. Kemudian colokan listrik jangan menumpuk. Artinya, harus bisa membantu dirinya sendiri supaya terhindar dari bencana,” pungkasnya. (*)




















