Bogor24Update – Rapat Forum Koordinasi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D) digelar di Gunung Geulis Campsite, Kabupaten Bogor.
Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi para potensi SAR dalam penyelenggaraan Operasi di Wilayah Kerja Kantor SAR Jakarta.
Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Basarnas M. Barokna Haulah mengatakan, letak geografis Indonesia berada di wilayah Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik, yakni pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
Ia menambahkan, bahwa Indonesia termasuk negara yang rawan dilanda bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi hingga tsunami.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai lembaga pemerintah non kementerian bergerak di bidang pencarian dan pertolongan.
“Kami dituntut untuk melakukan respon yang cepat dalam penanganan musibah, kecelakaan, maupun bencana alam demi meminimalisir korban akibat kejadian tersebut, dengan adanya FKP3D kami yakin mampu menangani bencana,” kata Barokna, Kamis, 2 April 2024.
Ia lanjut mengatakan, pelaksanaan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas tidak dapat sendiri melakukan pelayanan di bidang SAR lantaran sumber daya manusia yang terbatas.
Bukan hanya itu, Basarnas juga melakukan pencarian serta pertolongan pada saat pertama kali terjadi kecelakaan, musibah, dan bencana alam yang ada di setiap daerah.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri, melainkan harus kerjasama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Potensi SAR, relawan sangat dibutuhkan dalam pemberian informasi,” ujar dia.
Selain itu, sambung dia, Basarnas juga melakukan pencarian serta pertolongan pada saat pertama kali terjadi kecelakaan, musibah dan bencana alam yang ada di setiap daerah.
Pada kegiatan itu hadir sejumlah narasumber antar lain Dedie A. Rachim (Dewan Kehormatan PMI Kota Bogor), Agus Haryono (Direktur Bina Potensi Basarnas), Desiana Kartika Bahari (Kepala Kantor SAR Jakarta), Hidayatulloh (Kalak BPBD Kota Bogor), Rossian Nursiddiq Islamiardi (Stasiun Klimatologi Wilayah I Jawa Barat). (*)