Bogor24Update – Qorin 2 kembali mewarnai film horor Indonesia. Film garapan Rafi Films ini resmi tayang serentak di bioskop mulai 11 Desember 2025.
Di hari perdananya, sejumlah pemeran utama melakukan sinema visit langsung ke penonton di XXI Bogor Square dan XXI Mall Jambu Dua, Kota Bogor.
Film ini mengangkat isu krusial mengenai bullying atau perundungan di sekolah yang memicu serangkaian teror gelap.
Qorin 2 menampilkan aktor senior Fedi Nuril sebagai ayah yang frustrasi (Pak Makmur) dan Wavi Zihan yang berperan sebagai Guru Bimbingan dan Konseling (BP), Ibu Fitri.
Wavi Zihan menjelaskan bahwa sorotan utama film ini adalah sisi kelam manusia. “Selain isu bullying, kami ingin highlight bahwa ternyata manusia itu bisa lebih menyeramkan dan sadis daripada hantu,” ujar Wavi.
Aktor Muzaki Ramdhan, yang memerankan karakter Rizal, menambahkan bahwa film ini menceritakan Pak Makmur, seorang tukang sampah, yang berusaha melindungi anaknya, Jaya, dari perundungan di sekolah. Karena laporannya tidak ditanggapi, Pak Makmur akhirnya mengambil jalur yang dramatis.
Ibu Fitri, sang Guru BP, kemudian berusaha mencari keadilan bagi Jaya dan Pak Makmur. Namun, perjalanannya penuh hambatan dan dilema.
“Hambatannya terlalu banyak, tekanan eksternal juga banyak sehingga membuat Ibu Fitri tidak leluasa untuk menolong. Apalagi, ia juga harus menghadapi dilema karena adiknya (Rizal) bersekolah di situ dan bergabung dengan kelompok penindas,” jelas Wavi Zihan mengenai kompleksitas karakter Ibu Fitri.
Muzaki mendeskripsikan karakternya, Rizal, sebagai remaja yang mencari jati diri namun terpaksa ikut-ikutan menjadi perundung karena merasa kesepian dan berada di bawah tekanan karena kakaknya adalah Guru BP di sekolahnya sendiri.
Para pemeran menyebutkan bahwa proses produksi film, yang memakan waktu sekitar satu bulan di Ciwidey dengan cuaca dingin ekstrem, memberikan tantangan tersendiri.
Muzakki menyebut bahwa perbedaan utama dari film sebelumnya adalah skala produksi yang jauh lebih besar dan lebih menyeramkan, bergenre horor slasher yang menyuguhkan adegan berdarah. Sementara Wavi Zihan menjanjikan pengalaman seperti roller coaster bagi penonton.
“Di Qorin 2 tetap ada jumpscare, tapi juga tidak lupa kelakuan manusianya yang lebih seram dan sadis,” tegasnya.
Wavi Zihan mengharapkan agar film ini dapat diterima masyarakat dan memberikan dampak nyata.
“Harapannya, mudah-mudahan teman-teman setelah menonton film ini bisa mendapatkan pelajaran dan menjadi refleksi, dan lebih berani lagi untuk speak up. Isu bullying ini terjadi di mana-mana dan butuh keberanian kolektif untuk membasminya,” tutupnya. (*)






















