Bogor24Update – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmen bersama dalam memajukan kebudayaan nasional melalui revitalisasi Situs Prasasti Batutulis di Kota Bogor.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan bahwa revitalisasi cungkup Prasasti Batutulis berhasil diselesaikan dalam waktu dua bulan.
Prasasti Batutulis merupakan penanda kejayaan Kerajaan Pajajaran pada waktu itu dan menjadi ikon penting bagi Kota Bogor serta Jawa Barat secara umum.
“Alhamdulillah, di penghujung tahun 2025 ini kita masih memiliki komitmen kuat untuk memajukan kebudayaan nasional. Prasasti Batutulis adalah warisan sejarah yang sangat penting dan berada di jantung Kota Bogor,” ujar Fadli Zon, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menjelaskan, revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga integrasi kawasan yang sebelumnya terbatas oleh tembok.
Kawasan Batutulis saat ini dirancang terhubung dengan rencana pembangunan Museum Pajajaran.
“Insyaallah ini akan menjadi museum yang penting, yang akan menyimpan artefak sekaligus memberikan narasi sejarah tentang Pajajaran dan Sunda,” ucapnya.
Selain museum, pemerintah juga merencanakan pembangunan amphitheater sebagai ruang kegiatan budaya, seni, seminar, dan workshop bagi generasi muda.
Dengan demikian, kawasan Batutulis diharapkan dapat berkembang menjadi ekosistem kebudayaan yang hidup.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya perlindungan prasasti dari potensi kerusakan. Selama ini, masih ditemukan perilaku pengunjung yang menyentuh atau menyiram prasasti dengan minyak, yang dapat mempercepat pelapukan batu.
“Prasasti kini diamankan dengan kaca agar tetap terlihat, namun terlindungi. Ini bagian dari upaya pelestarian agar warisan ini tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan dukungan penuh Pemprov Jawa Barat atas arahan Gubernur Dedi Mulyadi.
Pemprov Jabar telah menurunkan tim untuk menyusun perencanaan Museum Pajajaran dengan estimasi anggaran sekitar Rp16 miliar.
“Ini bukan urusan biasa, tapi urusan luar biasa karena menyangkut masa depan anak cucu kita dengan mengambil spirit para leluhur,” kata Herman.
Pemprov Jabar juga siap berkolaborasi dengan Pemkot Bogor dalam pengembangan tata pamer, narasi, dan storyline museum, serta melibatkan pihak swasta, komunitas, sejarawan, dan arkeolog.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan sinergi pemerintah pusat dan provinsi. Ia berharap kawasan Batutulis dan Museum Pajajaran ke depan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin kawasan ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang usaha, seperti suvenir, merchandise, hingga kafe kuliner yang mendukung kunjungan wisatawan,” tandasnya. (*)






















