Bogor24Update – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) melalui Koordinator Wilayah Jabodetabek, Anton F. Belnis, menegaskan pentingnya perencanaan terpadu dalam pekerjaan infrastruktur kabel di Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikannya usai melakukan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) antara APJATEL dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di Paseban Suradipati Balai Kota Bogor, Senin, 5 Januari 2026
Anton menjelaskan MoU ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya. Namun, dalam perpanjangan kali ini, APJATEL berharap adanya addendum pada beberapa pasal.
‘Kami berharap di tahun 2026, seluruh perencanaan dari pemilik kabel di Kota Bogor benar-benar terencana di semester pertama maupun semester kedua,” ujar Anton.
Sehingga pada saat pekerjaan, kata Anton, hanya sekali pekerjaan. Ia mencontohkan dalam satu ruas jalan, bisa terdapat 7 hingga 8 operator, yang berarti pekerjaan dilakukan berkali-kali.
“Misalnya di satu ruas jalan, ada 7-8 operator, berarti ada 7 atau 8 kali pekerjaan,” ucapnya.
Dengan adanya MOU dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Anton mengungkapkan Pemkot Bogor, menginginkan satu pekerjaan di satu ruas jalan.
“Cukup 2 kali pekerjaan dalam 1 tahun, di semester pertama atau di semester kedua,” katanya.
Oleh karena itu, dalam PKS nanti diharapkan seluruh pemilik kabel di Kota Bogor sudah memiliki rencana kerja di semester satu dan semester dua.
“Sehingga tidak ada lagi galian di satu ruas jalan, 5, 6, atau 7 operator yang bongkar pasang di bahu jalan,” pungkasnya. (*)






















