Bogor24Update – Warung Bingkai DK yang berlokasi di Jalan Batutulis RT03/05, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, telah berdiri dan bertahan selama 11 tahun.
Usaha yang dirintis oleh Budi Wahyudi bersama istrinya, dengan nama DK yang diambil dari inisial ke dua anaknya yaitu Derel dan Kenzi.
Budi menceritakan awal mula usahanya tidak langsung memproduksi bingkai. Sebelum membuka Warung Bingkai DK, ia lebih dulu menjadi pemasok bingkai, menyuplai produk bingkai ke toko-toko.
“Saya sebenarnya bukan seniman. Latar belakang pendidikan saya dari perhotelan, jauh berbeda. Tapi karena ingin punya usaha sendiri, saya coba jalani,” ujar Budi kepada Bogor24Update, Kamis, 8 Desember 2025.
Kala itu, ia menjual bingkai jadi dari pabrik dengan sistem mengampas atau berkeliling menjual ke toko-toko. Setelah hampir satu tahun menjalani aktivitas tersebut, ia merasa kelelahan dan akhirnya memutuskan untuk membuka toko sendiri.
“Warung Bingkai DK resmi dibuka pada 10 Desember 2014. Awalnya toko ini hanya menjual bingkai, jasa cetak foto, serta alat tulis dalam skala kecil,” ucapnya.
Bingkai yang dijual pun masih berasal dari sisa stok pabrik, lantaran saat itu belum ada produksi sendiri. Berjalannya waktu, relasi yang telah terjalin dengan banyak toko dan juga fotografer menjadi kekuatan tersendiri.
Dengan harga bingkai yang kompetitif lantaran diambil langsung dari pabrik, imbuh Budi, Warung Bingkai DK pun mulai banyak pelanggan.
Lantas, saat stok bingkai mulai menipis, Budi mendapat ide untuk memproduksi bingkai sendiri. Dari situlah lahir produk DK Frame, dengan proses produksi yang awalnya dilakukan secara manual dan sederhana. Batangan bingkai dipotong di tempat lain, lalu dirakit sendiri di toko.
“Dalam waktu sekitar empat bulan, orderan mulai banyak. Dari situ saya bisa beli mesin satu per satu,” ungkapnya.
Produksi yang semula hanya sekitar 20 lusin per minggu pun meningkat pesat hingga ratusan lusin per bulan. “Tanpa terasa, usaha ini sekarang sudah berjalan selama 11 tahun,” katanya.
Menurut Budi, bingkai tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap foto. Ia memandang bingkai sebagai bagian dari seni.
“Setelah saya pelajari, apapun sebenarnya bisa dibingkai. Bukan hanya foto, tapi juga lukisan, cermin, sampai barang-barang antik. Bingkai itu seni,” kata Budi.
Hingga kini, Warung Bingkai DK terus berinovasi dengan menghadirkan desain bingkai yang tidak sekadar sederhana. Berbagai model seperti modern, minimalis modern, hingga bingkai 3D menjadi ciri khas produksi DK Frame.
Budi mengungkapkan, seluruh bingkai yang diproduksi menggunakan bahan fiber, bukan kayu. Kayu hanya digunakan sebagai pengikat lukisan, sementara frame utamanya berbahan fiber.
“Karena kita pakai fiber, banyak ragam motif ukiran lebih dari 5 yang menjadi pilihan pelanggan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga melayani bingkai custom sesuai ukuran yang diinginkan pelanggan, hingga maksimal panjang tiga meter, karena seluruh proses perakitan dilakukan sendiri.
Warung Bingkai DK buka setiap Senin hingga Sabtu dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. (*)






















