Bogor24update – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Adian Napitupulu melakukan peninjauan terhadap beredarnya asap tebal di area tambang PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Sebelum peninjauan dimulai, Adian mengawali pertemuan bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Doni Hutabarat yang juga dihadiri ratusan masyarakat di kawasan Nanggung kaitan aspirasi atas peristiwa tersebut.
Adian menjelaskan, peninjauan itu dilakukan usai beredarnya laporan meninggalnya enam warga dan hilangnya sejumlah warga lainnya.
“Bukan soal karyawan berapapun jabatannya segala macam, ini manusia enggak bisa dibiarkan,” ujar Adian dalam keterangannya dikutip Sabtu, 17 Januari 2026.
Bahkan, Adian mengaku telah masuk ke kawasan PT Antam Pongkor bagian dalam yang sebelumnya dikabarkan ada asap tebal yang berasal dari kayu terbakar.
Namun, lanjut dia, asap tebal yang dikabarkan berasal dari kayu terbakar itu justru seperti tidak bau kayu.
“Terbakar, kalau kita dekat kemari lebih mirip seperti asap fogging dan ini sangat banyak sekali jumlahnya,” ucapnya.
Kemudian, kata Adian, ditemukan juga adanya lubang seperti bekas galian di area yang ditelusurinya.
Akan tetapi, tambah dia, pihaknya tidak bisa menelusuri lebih jauh mengenai lubang bekas galian itu karena terkendala oksigen yang menipis.
“Masih ada lubang lagi di bawah, lubang semacam kayak galian,” tuturnya.
Adapun, berdasarkan hasil pertemuannya dengan ratusan masyarakat Nanggung, tercatat ada enam orang yang merupakan gurandil belum ditemukan keberadaannya karena hilang hingga saat ini.
“Nama-nama yang belum ditemukan ada Jaka, Edi, Isep Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam,” pungkasnya. (*)





















