Bogor24Update – Mengawali 2026 dengan komitmen penuh terhadap pelayanan pelanggan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bogor sukses merampungkan pemeliharaan vital di Gardu Induk (GI) Kracak.
PLN melakukan penggantian Current Transformer (CT) 70 kV pada Bay Trafo 1 sebagai langkah preventif mengamankan pasokan listrik.
General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari strategi manajemen aset yang proaktif.
Menurutnya, keandalan sistem transmisi tidak hanya bergantung pada respons saat gangguan, melainkan pada kemampuan mendeteksi dan memitigasi risiko sejak dini.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh unit pelaksana untuk tidak menoleransi adanya anomali pada peralatan kritis. Penggantian CT di GI Kracak ini adalah wujud komitmen PLN UIT JBT dalam menjaga tulang punggung kelistrikan agar tetap andal. Kami memegang prinsip zero down time akibat kegagalan peralatan yang bisa diprediksi, demi memberikan kenyamanan listrik bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini,” ujar Handy dikutip Minggu, 18 Januari 2026.
Langkah penggantian ini didasarkan pada hasil inspeksi rutin tim teknis yang menemukan anomali rembesan minyak (oil seepage) pada bodi CT. Temuan tersebut menempatkan peralatan dalam kategori prioritas tertinggi atau MTU P0 (kondisi buruk/mendesak).
Sementara itu, Manager UPT Bogor, Dewi Setyaharini, menjelaskan detail operasional di lapangan. Ia menyebutkan bahwa jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas isolasi dan memicu gangguan fungsi proteksi.
“Sesuai arahan manajemen, kami langsung bergerak cepat. Melalui penggantian ini, kami memastikan seluruh peralatan utama kembali dalam kondisi prima sehingga sistem proteksi bekerja akurat. Ini langkah krusial untuk mencegah gangguan yang lebih luas,” terang Dewi.
Pekerjaan penggantian ini melibatkan sinergi antara PLN dengan mitra kerja, PT Jatimulia Indonesia, serta diawasi secara berlapis oleh internal PLN untuk memastikan standar teknis dan keamanan terpenuhi.
Untuk mengawal kualitas pekerjaan, dua tim khusus diterjunkan secara simultan, yakni Tim HAR GI yang bertanggung jawab pada pengawasan fisik, kepatuhan metode kerja, dan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bersinergi dengan Tim HAR Pro ULTG Bogor yang berfokus pada supervisi teknis untuk menjaga integritas rangkaian proteksi serta memverifikasi hasil pengujian (commissioning) sebelum peralatan dioperasikan kembali.
Dengan selesainya penggantian ini, PLN UPT Bogor berhasil memulihkan akurasi pengukuran, menghilangkan potensi degradasi isolasi, serta meningkatkan keandalan operasional Gardu Induk Kracak secara keseluruhan. (*)






















