Bogor24Update – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meluncurkan uji coba program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Kampung KB Kota Bogor.
Program ini dirancang sebagai model pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga risiko stunting, terutama di wilayah yang sulit terjangkau.
Wihaji menjelaskan, Dashat merupakan program uji coba BKKBN selama dua bulan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Ini di luar MBG yang dikelola ibu-ibu yang tergabung dalam Dashat. Semangatnya ingin memastikan menu khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Karena asupan gizi yang dibutuhkan berbeda dengan menu anak sekolah,” ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026.
Selain memastikan kesesuaian menu, program ini juga bertujuan menjangkau kelompok sasaran di wilayah yang belum terlayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama daerah terpencil, terluar, dan terdalam (3T).
Wihaji menegaskan, Dashat belum diterapkan secara nasional dan baru diuji coba di Kota Bogor karena dukungan pemerintah daerah dan kemudahan akses.
Pelaksanaan program ini melibatkan masyarakat Kampung KB, dengan dapur dikelola oleh ibu-ibu setempat. Program ini juga didampingi langsung oleh ahli gizi puskesmas.
Wihaji berujar ke depan, program serupa akan diuji coba di wilayah kepulauan dan daerah terluar, seperti Kabupaten Natuna di Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan ini, Wihaji didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan peninjauan langsung ke penerima manfaat untuk memastikan ketepatan distribusi dan sasaran program.
“Di sini ada 100 warga kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang kami distribusikan MBG, tapi ini program Dashat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan program ini sejatinya sudah lama berjalan di Kota Bogor, namun skalanya masih terbatas di setiap kelurahan.
“Hari ini Kota Bogor dijadikan pilot project dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga karena memang sasaran SPPG belum seluruhnya menjangkau ibu hamil dan ibu menyusui,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Jenal, dapur Dashat di Kelurahan Kebon Pedes memproduksi sekitar 100 porsi per hari yang dimasak langsung oleh masyarakat dan didistribusikan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini dibina Pemkot Bogor.
“Harapannya dengan dukungan semua pihak, pencegahan stunting bisa lebih maksimal dan Kota Bogor bisa mencapai zero new stunting,” katanya.
Jenal menambahkan, program ini akan dievaluasi selama dua bulan ke depan untuk melihat perkembangan kondisi gizi balita serta ibu hamil dan menyusui.
“Ini berbeda dengan MBG. Dashat lebih menekankan pada swadaya masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan konsisten dan terus dievaluasi, tanpa menyaingi program MBG,” pungkasnya. (*)






















