Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperluas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menargetkan 300 ribu penerima manfaat yang akan dilayani melalui sekitar 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin usai menghadiri grand opening SPPG Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Rabu, 29 Januari 2026.
Jenal menyampaikan apresiasi atas kehadiran SPPG Sindangrasa yang merupakan bagian dari program MBG. Di wilayah Sindangrasa saat ini terdapat dua SPPG.
Jenal berharap keberadaan SPPG ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong semangat kolaborasi di Kota Bogor.
“Kita bisa melibatkan para pengusaha UMKM untuk terlibat dan tidak hanya menjadi penonton dalam setiap keberadaan dapur,” katanya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor, ia menegaskan bahwa SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung penanganan stunting, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Menurut Jenal, kuota penerima manfaat harus benar-benar diawasi agar tepat sasaran.
“Manfaatnya sangat positif, terutama untuk balita stunting, ibu hamil, dan menyusui. Kita tekankan bahwa ada kuota yang diharuskan dan akan kita pantau,” jelasnya.
Saat ini, terang Jenal, Kota Bogor memiliki 90 dapur SPPG dengan sasaran sekitar 138 ribu penerima manfaat.
“Dengan targetnya hingga 300 ribu penerima manfaat dengan kurang lebih 140 dapur,” tambahnya.
Ia mengungkapkan masih adanya dapur yang telah mengantongi izin, tetapi belum menunjukkan progres pembangunan.
Jenal pun menilai pemerintah pusat perlu bersikap tegas terhadap kondisi tersebut.
“Jadi saya rasa pusat perlu tegas juga, kalau dapur yang izinnya sudah keluar tapi tidak ada progres, ya sudah ganti saja dengan yang lain yang lebih siap. Dan kita Pemkot Bogor siap mengawasi dapur yang sudah berjalan maupun yang masih progres,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini harus dikawal bersama. “Intinya program ini harus kita kawal bersama. Pak Presiden punya niat tulus yang baik dan harus kita jaga,” ucapnya.
Di sisi lain, Jenal juga menyoroti pentingnya pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur SPPG. Saat ini, dari total 90 dapur, baru 31 dapur yang telah memiliki SLHS.
“Minggu depan kita akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh SPPG se-Kota Bogor untuk mengetahui kendala apa saja ketika SLHS ini belum selesai,” ungkapnya. (*)






















