Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di kawasan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan Jumsih dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan melibatkan lintas sektor mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, pelajar, serta masyarakat.
Dedie menjelaskan, Jumsih ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan, namun kali ini digelar secara kolaboratif dengan melibatkan banyak elemen.
“Jumsih ini memang rutin setiap minggu, tetapi kali ini kita kolaborasikan dengan TNI, Polri, unsur masyarakat, instansi terkait, sekolah atau pelajar. Semua antusias ingin kotanya bersih dan tertib,” ujarnya.
Ia mengingatkan para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di Kota Bogor agar menjaga kebersihan dan menaati aturan.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Silakan mencari nafkah, tetapi jangan mengotori jalan dan membuat Kota Bogor semrawut dan kumuh,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para pedagang, khususnya penjual sayur dan buah, agar tertib mengikuti aturan di Kota Bogor.
Sebab, Pemkot Bogor bersusah payah berusaha untuk mendapatkan dan mempertahankan penghargaan Adipura.
“Kita bersusah payah mendapatkan dan mempertahankan Adipura. Kalau pedagang tidak ikut berpartisipasi, apa yang kita kerjakan sia-sia,” ungkapnya.
Ke depan, lanjut Dedie, kegiatan kebersihan akan terus dilaksanakan sesuai dengan Permendagri yang akan keluar.
“Kalau tidak salah peraturan mendagri seminggu dua kali, hari Selasa dan Jumat. Ditambah nanti akan ada korve dari Korem, Kodim, Polresta, kemudian ATS serta pelajar dari berbagai sekolah,” jelasnya.
Selain menjaga kebersihan, program ini juga bertujuan memastikan jalur truk tronton pengangkut puing dari pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor berjalan lancar.
“Nanti jalurnya adalah dari Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, Lawang Seketeng, serta sebagian Jalan Klenteng,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, penertiban di Jalan Klenteng turut dilakukan karena masih terdapat pedagang yang berjualan di badan jalan. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi risiko saat proses pengangkutan puing berlangsung.
“Mangkanya pedagang yang masih menempel di Jalan Klenteng kita ingin bersihkan, kenapa? karena kalau nanti ketimpah puing, nanti ada masalah lagi kita yang disalahin,” ungkapnya.
Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, masyarakat, pelajar, hingga OPD yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (*)






















