Bogor24Update – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, bersama jajaran unit pasar dan para manajer K3 melakukan pengecekan langsung kesiapan pasar khususnya di Pasar Gembrong Sukasari, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Jenal Abidin, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan menjelang tradisi munggahan, yakni momen sehari sebelum memasuki ibadah puasa.
Adapun fokus utama peninjauan, seperti mengecek ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, kebersihan pasar, serta layanan kepada masyarakat.
“Kami bersama tim mengecek kesiapan pasar menyambut Ramadan. Terutama ketersediaan bahan pokok, kemudian harga apakah ada kenaikan atau tidak, serta kebersihan, dan layanan pasar,”
ujar Jenal.
Sejak pagi hari, kata ia, pasar tradisional di Kota Bogor telah dipadati warga yang berbelanja kebutuhan munggahan. Lonjakan pengunjung terjadi cukup signifikan dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah di hari ini dari tadi pagi sudah membludak yang belanja dari warga masyarakat Kota Bogor ke pasar tradisional,” ucapnya.
Dari hasil pengecekan, Jenal mengungkapkan, secara umum stok bahan pokok di Pasar Gembrong Sukasari masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga.
“Untuk daging sapi, per kilogram biasanya Rp125 ribu hingga Rp130 ribu. Kemarin hari sabtu sudah mulai naik diangka Rp140 ribu, dan hari ini di Pasar Gembrong Sukasari kami cek tadi mencapai Rp150 ribu per kilogramnya,” terangnya.
Sementara itu, harga daging ayam potong yang biasanya berkisar Rp38 ribu per ekor kini naik menjadi Rp45 ribu per ekor. “Jadi ada kenaikan sekitar Rp 7 ribuan,” kata Jenal.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
“Sedangkan harga bawang putih dan bawang merah relatif stabil di angka Rp40 ribuan per kilogram,” tuturnya.
Jenal menambahkan, kondisi harga di Pasar Gembrong Sukasari tidak berbeda jauh dengan pasar lain di Kota Bogor.
Di Pasar Jambu Dua misalnya, harga daging sapi tercatat Rp145 ribu per kilogram atau selisih sekitar Rp5 ribu lebih murah, dengan kualitas yang dinilai sama baiknya.
“Harga ayam potong di pasar tersebut juga sama Rp38 ribu hingga Rp45 ribu,” bebernya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan merupakan fenomena yang lazim terjadi.
Selain periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), lonjakan harga juga biasanya muncul menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Kenaikan ini umumnya dipicu meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kenaikan harga biasanya terjadi hingga tiga hari menjelang puasa, dan nanti akan kembali naik mendekati Lebaran,” jelasnya.
Meski demikian, pihak PPJ memastikan ketersediaan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Jenal mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan berbelanja sesuai kebutuhan.
“Kami minta warga Kota Bogor tidak panik. Belanja sesuai kebutuhan saja, karena stok bahan pokok insyaallah mencukupi,” pungkasnya. (*)






















