Bogor24Update – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, mencatat ada sebanyak 199 unit rumah warga di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg terdampak banjir bandang.
Dari peristiwa yang terjadi Sabtu 18 April 2026 petang itu, tercatat sebanyak 658 jiwa di dalamnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani menduga, peristiwa itu diakibatkan tingginya intensitas hujan hingga meluapnya air Kali Cisuda, Kali Cidangdeur, dan Kali Cibungur, Kecamatan Cigudeg.
“Sebanyak 199 unit rumah terdampak dengan 658 jiwa di dalamnya,” ujar Adam dalam keterangannya, Minggu 19 April 2026.
BPBD Kabupaten Bogor belum mencatat adanya korban luka ataupun tewas dalam peristiwa tersebut.
Namun, dari ratusan unit rumah yang tersebar di delapan kampung Desa Rengasjajar, puluhan warga di antaranya harus mengungsi karena rumah dalam kondisi tidak layak dihuni pasca banjir.
“6 kepala keluarga atau 23 jiwa warga Kampung Lebak Wangi Pasar RT 01 RW 02 diharuskan mengungsi di Masjid Al-Kautsar karena rumahnya dipenuhi lumpur dan terancam bencana ambruk,” jelas Adam.
Selain pemukiman warga, ada juga pondok pesantren yang terdampak bencana banjir tersebut. Yakni Pondok Pesantren Pasir Sereh di Kampung Pasir Sereh RT 01/RW 06 dengan banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
Adam menyebut, bencana banjir di Desa Rengasjajar, Cigudeg adalah bencama alam dan cukup rutin yang dialami oleh masyarakat yang tinggal di sepadan sungai.
“Korban bencana alam sesuai pendataan membutuhkan bantuan pakaian layak pakai, kasur dan logistik tanggap darurat,” pungkasnya. (*)




















