Bogor24Update – Sebanyak 444 jemaah calon haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam kloter 10 diberangkatkan ke Tanah Suci, Sabtu, 2 Mei 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama jajaran Forkopimda Kota Bogor serta Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor melepas keberangkatan para jemaah di Masjid Raya Bogor.
Dedie Rachim mengatakan, tahun ini tercatat 787 jemaah calon haji yang diberangkatkan dan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 10 dan kloter 27.
Ia menyampaikan pesan kepada para jemaah agar menjalankan ibadah dengan baik serta menjaga sikap selama di Tanah Suci.
“Saya mendoakan mudah-mudahan lancar, sukses, dan ikuti semua rangkaian proses ibadah. Tidak perlu mengeluh, semua sudah disiapkan oleh panitia dan insyaallah bisa tertangani dengan baik,” tuturnya.
Ia juga mengimbau agar setiap kendala yang dihadapi jemaah disampaikan melalui mekanisme yang tepat.
“Kalau ada komplain tidak perlu dilakukan secara terbuka, insyaallah kita cari solusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Dedie Rachim juga menyoroti panjangnya daftar tunggu calon haji di Kota Bogor. Saat ini tercatat 24.479 orang masih menunggu giliran berangkat, termasuk 1.929 jemaah lanjut usia (lansia).
“Yang jadi catatan ada 24.479 calon haji Kota Bogor dan masa tunggunya 29 tahun. Mudah-mudahan kebijakan baik pemerintah Saudi ke depan dan pemerintah Indonesia barangkali bisa mempercepat,” katanya.
Menurutnya, lamanya masa tunggu tersebut membuat banyak calon jemaah, khususnya lansia, berisiko tidak sempat menunaikan ibadah haji.
“Kalau masa tunggu 29 tahun, 1.929 itu lansia, kita tentu prihatin, kita merasa sedih juga. Karena kita umur kan tidak tahu. Makanya kalau ada kebijakan bisa lebih mempercepat proses, menambah jumlah, tentu ini bisa tidak terlalu lama masa tunggunya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Indra Karmawan, menjelaskan kloter 10 terdiri dari 444 jemaah calon haji yang didampingi enam petugas.
“Kloter 10 JKS dari Kota Bogor ini sebanyak 444 jemaah dengan petugas sebanyak 6 orang. Harusnya seluruhnya 445, tapi karena ada yang wafat satu, jadi tidak jadi berangkat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah calon haji asal Kota Bogor tahun ini mencapai 774 orang yang terbagi dalam dua kloter. Sisanya, jemaah akan diberangkatkan melalui kloter 27 pada 19 Mei mendatang.
Dari sisi usia, terang Indra, jemaah calon haji yang diberangkatkan cukup beragam. Jemaah termuda tercatat berusia 22 tahun, sedangkan yang tertua mencapai 84 tahun.
Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti), pihak panitia memberikan penanganan khusus. Mereka akan diberi tanda berupa gelang berwarna pink agar mudah dikenali dan mendapatkan pendampingan lebih intensif.
“Yang lansia dan risti itu diberi gelang khusus berwarna pink. Artinya jemaah tersebut perlu pendampingan dan pengawasan khusus dari petugas kesehatan. Kita ada satu orang dokter dan satu orang perawat,” jelasnya.
Setelah pemberangkatan dari Kota Bogor, para jemaah akan menuju embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta esok pagi.
Disinggung terkait antrean haji, ia menyebutkan bahwa saat ini masa tunggu telah disamaratakan secara nasional, yakni sekitar 26 tahun.
“Antrean sekarang itu sama se-Indonesia, 26 tahun. Dulu dihitung berdasarkan jumlah penduduk muslim, sekarang disamakan dengan jumlah pendaftar berdasarkan nomor urut porsi,” pungkasnya. (*)





















