Bogor24Update – Kekeringan melanda wilayah Kabupaten Bogor. Sedikitnya tercatat ada tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Yakni Citeureup, Babakan Madang dan Kecamatan Nanggung.
Dari tiga kecamatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada sebanyak 1.177 orang yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi mengungkap, ribuan warga terdampak kekeringan itu tersebar. Yakni di Kampung Tonggoh RT 04 RW 03, Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup.
Lalu Kampung Parakan Muncang RT 03 RW 04, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Kemudian di Kampung Ciburial RT 03 RW 03, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang.
Baca Juga : Kemarau Panjang Landa Citeureup, 517 Warga Alami Krisis Air Bersih
Rinciannya, kata dia, krisis air bersih melanda 125 kepala keluarga (KK) atau 517 orang di Kecamatan Citeureup, 60 KK atau 217 orang di Kecamatan Nanggung, dan 137 KK atau 443 orang di Kecamatan Babakan Madang.
“Total yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih ada 322 KK atau 1.177 orang dari Kecamatan Citeureup, Kecamatan Nanggung, dan Kecamatan Babakan Madang,” ujar Andi kepada Bogor24update, Senin 15 Juni 2026.
Andi menegaskan, bahwa ribuan warga sudah mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Bogor. Pendistribusian itu dilakukan sejak 10 hingga 12 Juni 2026.
“5 ribu liter atau 1 rit air bersih telah didistribusikan ke masing-masing kecamatan terdampak,” tegasnya.
Untuk menanggulangi musim kemarau yang berkepanjangan, kata Andi, pihaknya akan melakukan pengeboran air ke titik-titik yang sulit air bersih.
“Langkah dan upayanya pengadaan toren air dan pengeboran air akan dilakukan,” pungkasnya.(*)






















