Bogor24Update – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, mulai masif melakukan pemusnahan ikan sapu-sapu untuk memperbaiki ekosistem perairan di wilayah Bumi Tegar Beriman.
Ketua Tim Pengawasan Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap Diskanak Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana mengatakan, bahwa ikan sapu merupakan ikan asing jenis invasif yang memiliki dampak negatif karena membahayakan atau merugikan terhadap kelestarian populasi ikan asli.
“Ikan sapu-sapu ini sangat berbahaya, akibat dan dampaknya itu bisa mengalami penurunan populasi dan kepunahan beberapa jenis ikan endemik atau asli serta memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, dan ikan karena paparan residu logam berat,” jelas Yayan kepada Bogor24update, Kamis 7 Mei 2026.
Yayan menjelaskan, ikan sapu-sapu memiliki dampak negatif terhadap lingkungan yang berakhir pada penurunan jumlah spesies ikan asli.
“Ikan sapu-sapu juga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia jika dikonsumsi karena ikan itu mengandung logam berat yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, hati, otak, kanker, dan kerapuhan tulang,” ucapnya.
Yayan menyebut, ikan sapu-sapu juga merupakan ikan yang cepat dalam berkembang biak di berbagai perairan.
Bahkan, lanjut dia, saat ini ikan sapu-sapu telah menyebar ke perairan di Kabupaten Bogor seperti Sungai Ciliwung, Situ Citongtut Gunungputri, Situ Salabenda Kemang, dan aliran sungai atau kali di Cibinong.
Maka, pihaknya akan melakukan pencegahan dengan cara peningkatan pengawasan dan pemusnahan di level perdagangan dan budidaya ikan hias di masyarakat.
“penangkapan dilakukan secara terarah dan masif di perairan umum dengan populasi yang sudah tinggi, dan kontrol biologis dengan memanfaatkan predator alami ikan asli Indonesia yaitu ikan baung dan betutu untuk memangsa ikan sapu-sapu,” pungkasnya.(*)






















