Sukabumi24update – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memberikan orasi ilmiah dalam rangka Milad ke-23 Universitas Muhammadiyah Sukabumi atau UMMI. Dalam kunjungan ke Sukabumi, Jawa Barat, ia juga mensosialisasikan program 12 Aksi Bangun Desa yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Yandri, program ini akan melibatkan mahasiswa sebagai penghubung dan pendamping masyarakat desa. Fokusnya pada pengembangan desa tematik, desa wisata, dan desa ekspor.
“Desa ekspor menjadi sangat penting. Pemerintah akan membangun jaringan agar petani dan masyarakat desa memiliki peluang menjual hasil produknya ke luar negeri,” ujar Yandri.
Saat ini, Kementerian Desa dan PDT telah memiliki jaringan dengan 59 negara yang siap menampung hasil pertanian dan produk desa. Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar karena hasil produk olahan dan pertanian yang melimpah.
Yandri menjelaskan, 12 rencana aksi strategis yang disiapkan meliputi desa tematik, desa ekspor, desa wisata, dan program lainnya. Peran kampus, lanjutnya, adalah sebagai pendamping untuk memastikan produk desa memiliki kualitas yang siap bersaing.
Rektor UMMI Sukabumi, Reny Sukmawani, menyampaikan bahwa saat ini kampus telah menjalankan program “satu desa satu binaan”. Sebanyak 22 desa sudah dibina oleh program studi di UMMI.
“Kami tidak akan berpindah sebelum desa binaan mengalami peningkatan menjadi desa maju dan mandiri,” kata Reny.
Sebagai bentuk keseriusan, Mendes Yandri melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan UMMI Sukabumi terkait peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat desa dan daerah tertinggal.
Ia berharap seluruh civitas akademika dapat terlibat langsung dalam membangun desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sukabumi, Jawa Barat.





















