Bogor24Update – Pemerintah Kota Bogor mulai menyiapkan penataan kawasan Alun-Alun Empang setelah Kantor Kementerian Agama menetapkan nazir tanah wakaf di lokasi tersebut.
Penataan ini difokuskan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik sekaligus menata aktivitas parkir, pedagang, dan UMKM yang selama ini berkembang di area tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kawasan Alun-Alun Empang memiliki nilai sejarah penting bagi Kota Bogor karena menjadi salah satu titik awal pemerintahan pada masa kolonial Belanda.
“Kalau melihat ke belakang dari historinya, ini daerah yang cukup bersejarah. Dulu pemerintahan zaman kolonial, di sinilah wilayah yang disebut Sukahati. Salah satu Bupati Bogor dulu pernah berkantor di wilayah sini. Di sinilah tempat memulai pemerintahan di Kota Bogor di bawah pemerintahan kolonial Belanda,” kata Dedie saat meninjau lokasi, Minggu 28 Juni 2026.
Ia menegaskan penataan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mengembalikan fungsi alun-alun dengan tetap mengakomodasi kebutuhan parkir, kuliner, dan UMKM.
“Ini bukan proyek pembangunan, ini pembuatan alun-alun. Mengembalikan fungsi sebagai alun-alun, tetapi karena perkembangan zaman juga cukup cepat, ada kebutuhan-kebutuhan di wilayah seperti parkir, kuliner, dan UMKM, tentu kita coba untuk akomodir. Tapi harus lebih tertata dan lebih tertib,” ujarnya.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyebut penataan akan dimulai dengan penyusunan desain dan pendataan kawasan seluas hampir 3.000 meter persegi, termasuk jumlah pedagang dan kebutuhan parkir.
Konsep yang diusung yakni tema Kampung Arab yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau, pedestrian, serta karakteristik lokal kawasan Empang.
Selain itu, Pemkot Bogor juga akan memperbaiki sistem drainase di sekitar Masjid Agung At-Tohariyah untuk mengatasi genangan air.
“Tahap awal kita akan coba di perubahan, parsial dulu mana yang bisa dilakukan sambil membuat desain secara menyeluruh, termasuk tadi ada keinginan warga terhadap ada genangan air di ujung masjid. Drainase diperbaiki agar air lancar masuk ke Sungai Cisadane,” tutupnya.(*)





















