Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama AXA Financial Indonesia melalui Blue Dragon Agency, membangun kembali rumah milik warga yang rusak terdampak longsor.
Rumah milik Emak Jum yang berada di Kepatihan RW 04, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu perlu diperbaiki karena kondisinya tidak layak huni.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, perbaikan rumah warga yang dilakukan secara kolaborasi ini adalah langkah yang perlu terus ditingkatkan. Sebab, tidak semua kondisinya bisa diintervensi oleh APBD.
“Banyak sekali rumah warga yang tidak bisa diintervensi oleh anggaran APBD termasuk yang di Kebon Kalapa ini. Sehingga kolaborasi perlu dilakukan,” kata Dedie.
Kondisi rumah Emak Jum sendiri sudah ditinjau oleh Dedie pada Minggu sore, 28 Juni 2026.
Dedie menjelaskan, kondisi rumah di Kebon Kalapa yang terdampak longsor tersebut memang tidak dapat diintervensi menggunakan APBD Kota Bogor.
“Ini longsor, tidak bisa diintervensi APBD. Yang longsor ini ditanggulangi oleh AXA Blue Dragon. Ini Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk kolaborasi, sinergis antara pihak Pemkot Bogor dengan swasta,” terang Dedie didampingi Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadhirama.
Ia berharap ke depan rumah-rumah warga yang belum bisa mendapatkan intervensi dari Pemkot Bogor dapat dibantu melalui program CSR dari pihak swasta lainnya.
“Terima kasih kepada Budha Tzu Chi dan AXA. Untuk wilayah Babakan Pasar RTLH sebanyak 250 unit itu termasuk yang wilayah Sukasari ditanggulangi oleh Yayasan Budha Tzu Chi,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Executive Business Partner (EBP) AXA Financial Indonesia yang memimpin Blue Dragon Agency, Dinna Fajrina, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pihaknya sebagai mitra pemerintah. Menurutnya, saat kejadian longsor, informasi terkait kondisi rumah Emak Jum langsung diterima oleh pihaknya.
“Kejadian longsor rumah ibu Jum di Kebon Kalapa terinformasi ke kami. Saat dilihat mengkhawatirkan sekali kondisinya, lalu kami bangunkan supaya layak huni seperti ini,” terang Dinna.
Dinna mengatakan, proses pembangunan rumah tersebut hanya memakan waktu 10 hari dan telah rampung sejak pekan lalu.
“Hanya 10 hari kami buat ini. Dan ngebut sebetulnya, minggu lalu sudah selesai tapi hari ini dilihat. Ya mudah-mudahan ke depan bisa bantu lagi dan yang paling dekat perbaikan Posyandu dan Paud untuk dinikmati oleh masyarakat luas,” pungkasnya.(*)





















