Bogor24Update – Rendahnya curah hujan akhir-akhir ini mengakibatkan berkurangnya pasokan air bersih di beberapa wilayah Kota Bogor.
Merespon kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara dan Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.
Kepala BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, penyaluran dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari masyarakat terkait berkurangnya pasokan air bersih setelah sumber mata air dan sumur warga mengering.
“Jadi yang di wilayah Kedunghalang itu yang terdampak sebagian wilayah RT 03, 04 RW 07,” kata Dimas Tiko saat dikonfirmasi, Selasa, 14 Juli 2026.
Kemudian, lanjut Dimas, pihaknya melakukan asesmen di lapangan, sekaligus membawa truk tangki air bersih.
“Kita coba lakukan pengecekan ternyata memang betul mayoritas warga di sana tidak menggunakan layanan PDAM dan masih menggunakan sumur tanah dan sumber air alami yang dipipanisasi disalurkan ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Dimas Tiko mengatakan, BPBD Kota Bogor kemudian menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
“Air bersih yang kita salurkan itu kurang lebih 4.000 liter untuk memasok kebutuhan warga,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai arahan Wali Kota Bogor. Perumda Tirta Pakuan pun bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan dan berkomunikasi dengan warga sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu diperlukan tambahan suplai air bersih.
“PDAM juga siap support, itu mungkin hal-hal teknis lainnya yang dilakukan PDAM,” terang Dimas Tiko.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pada sore harinya, BPBD kembali menerima laporan kekurangan air bersih di wilayah RT 01 RW 12, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.
“Itu cukup banyak sekitar 90 Kepala Keluarga atau 300 jiwa yang kita lakukan suplai air bersih sekitar 8.000 liter dan tentunya juga kembali setiap kejadian coba kami sinkronkan dengan teman-teman di PDAM,” ungkapnya.
Ia menyebut, fenomena yang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai kekeringan ekologis, karena memang curah hujan di Kota Bogor sudah memasuki curah hujan rendah, sehingga lokasi-lokasi penampungan air alami seperti sungai, waduk dan yang lainnya, tidak terisi ulang oleh air hujan.
“Tentunya sesuai arahan Bapak Wali Kota Bogor dan juga sudah mengeluarkan SK siaga bencana kekeringan, ini kita terus lakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi supaya bilamana terjadi potensi dampaknya tidak meluas,” jelasnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat, jika di wilayahnya sudah mulai mengalami krisis air bersih yang parah, segera melaporkan ke RT/RW setempat agar bisa dikoordinasikan dengan BPBD untuk penyaluran bantuan air bersih tangki.
“Tetap waspada, jaga kesehatan, dan saling peduli dengan tetangga sekitar,” pungkasnya. (*)






















