Bogor24Update – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta kontraktor pembangunan trase baru Batutulis PT Promix Prima Karya dan kontraktor proyek di Kota Bogor untuk menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) agar jangan sampai membahayakan pekerjaan apalagi masyarakat sekitar proyek.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar proyek trase baru Batutulis masih banyak ceceran tanah, padahal kontraktor pembangunan mengaku sudah melakukan pembersihan dan penyemprotan dengan air dari pintu masuk proyek hingga Museum Pajajaran.
Kondisi jalan masih terlihat ceceran tanah dan malah jadi hanya basah saja setelah disemprot dengan air. Kondisi ini dikhawatirkan bisa membahayakan kendaraan roda dua.
“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi ya. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegas Dedie kepada wartawan dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyoroti bekas tanah yang sempat menjadi perbincangan karena masih berserakan di badan jalan.
Kepada para pekerja agar tetap memperhatikan sisa tanah hasil angkutan dari proyek menuju lokasi pembuangan. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), area tersebut dibersihkan setiap sore.
Menurut kontraktor, hal itu dilakukan karena apabila pembersihan dilakukan secara berkala pada siang hari, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan yang cukup padat. Selain itu, genangan air juga dapat mengganggu arus lalu lintas.
“Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus memgaku, setiap kendaraan yang keluar dari lokasi proyek pihaknya melakukan pembersihan. Pihaknya juga melakukan penyemprotan rutin satu hari tiga. “Kami semprot pagi, siang, sama menjelang magrib pak,” ungkap Dudung kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Dudung melanjutkan, pembersihan dengan sapu juga dilakukan. “Dengan alat sapu diikuti alat siram steam mobil. Nanti alat semprot nya saya foto kan,” pungkasnya. (*)




















