Sukabumi24update – Sirkuit Hidzie, Cikembar, Kabupaten Sukabumi kembali memanas. Ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Speed Offroad 2026 yang digelar Minggu (26/7/2026) menghadirkan kejutan.
Pasangan debutan Taufan Satria Bijaksana dan co-driver Ridwan Mustofa Aji dari GPA Racing Team berhasil mengamankan podium tertinggi pada penampilan pertama mereka di level nasional.
Persaingan berlangsung ketat dari SS1 hingga SS4. Taufan memilih bermain aman di SS3 untuk menjaga posisi, lalu tancap gas di stage penutup.
“Alhamdulillah hari ini SS3 kita main safety. SS4 saya agak gaspol dikit karena penasaran sejauh mana kemampuan mobil ini. Alhamdulillah mobilnya enak banget dan tim support-nya luar biasa,” ujar Taufan.
Perjuangan menuju juara tidak mudah. Di SS2, mobil yang dikemudikan Taufan sempat dalam kondisi kritis.
“Dari tanjakan jump kita hampir terguling. Terus di tikungan terakhir sebelum finish, roda kanan belakang naik 1,5 meter lebih. Hampir kebalik. Tapi alhamdulillah masih diberi kesempatan finish,” ceritanya.
Bagi Taufan, kunci di speed offroad bukan hanya kecepatan. “Adrenalin memang luar biasa. Kita harus kontrol emosi. Jangan karena lihat lawan di depan terus main gas aja. Intinya tenang, kontrol, dan mobil harus fit,” tegasnya.
Tantangan terbesar Taufan adalah melawan para pereli senior yang sudah malang melintang sejak tahun 2000-an hingga mantan pembalap drag race.
“Kesulitannya di start awal saya selalu kalah karena mereka sudah senior. Di tikungan juga saya masih agak ngerem. Kalau senior udah gaspol. Tapi kita kejar di tikungan dan trek lurus. Akumulasi nilainya alhamdulillah cukup buat juara satu Kejurnas,” ungkapnya.
Prestasi GPA Racing Team tidak berhenti di situ. Tim yang sama juga meraih posisi 2 di Kejurda Sprint Rally Jawa Barat.
“Seri berikutnya insya Allah ikut lagi, di sini atau di Banten. Targetnya tetap juara, tapi yang paling penting mobil fit dan finish selamat,” tutup Taufan.
Ketua Panitia M. Yasin Kosasih mengatakan Kejurnas kali ini diikuti sekitar 100 peserta dari seluruh Indonesia. Mulai dari Kalimantan, Medan, Jatim, Jateng, hingga tuan rumah Jabar.
“Kondisi lintasan tahun ini kering dan berdebu. Beda dengan seri sebelumnya yang hujan dan banjir. Jadi pembalap harus pintar pilih ban kering atau basah,” jelas Yasin.
Ia juga menyoroti munculnya bibit muda. “Harapan kami lahir bibit-bibit baru. Di kejuaraan ini ada anak SMA yang skill mengemudinya sudah sangat bagus,” pungkasnya.
Reporter: Panji aprianto
Lokasi: Sirkuit Hidzie, Cikembar, Sukabumi
`




















