Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memiliki ambisi untuk mengubah wilayah Kabupaten Bogor menjadi kota yang besar atau The Big City.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa ambisi tersebut bukan sekadar angan-angan belaka.
Melainkan, lanjut dia, Kecamatan Cibinong menjadi contoh nyata yang telah bertransformasi dari perkampungan besar atau The Big Village menjadi kawasan perkotaan.
“Bisa dilihat di Cibinong sekarang, dibuat Alun-Alun Kabupaten Bogor, dibuat landmark baru dan landmark lama dipoles karena kita ingin menunjukkan identitas kota lebih didorongkan,” ujar Ajat kepada wartawan di Cibinong, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ajat menjelaskan, ambisi itu telah dilakukan secara perlahan sejak 2025 lalu atau sejak Rudy Susmanto dan Jaro Ade menjabat sebagai Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor.
“Dari 2025 sampai 2026 kita buat anchor atau urat nadinya di Cibinong, sehingga kita ingin bertransformasi dari The Big Village menjadi suatu kota besar atau The Big City,” ucapnya.
Ajat menyebut, impian menjadi The Big City itu perlahan akan diperluas ke wilayah Bogor bagian timur, barat, selatan, hingga utara dengan sejumlah pembangunan infrastruktur serta perbaikan jalan rusak.
“2027 kita akan memulai membangun suatu pembangunan di pusat pertumbuhan ekonomi baru dan itu yang harus dimasukkan karena 2026 ini akses menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Sukaresmi wilayah Bogor bagian timur,” tuturnya.
“Lalu berlanjut ke wilayah Bogor bagian barat di Desa Malasari dengan ada beberapa pendekatan yang mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan Insya Allah 2027 juga akan ada pembangunan fly over Bojonggede-Kemang (Bomang),” sambungnya.
Lebih lanjut, kata Ajat, beberapa rencana tersebut akan coba direalisasikan oleh Pemkab Bogor secara perlahan hingga 2027. Mengingat, infrastruktur merupakan skala prioritas dari kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade.
“2027 itu masih program atau skala prioritas pak Bupati kearah infrastruktur dan dipertengahannya dilanjut soal sumber daya manusia,” pungkasnya. (*)




















