Bogor24Update – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), seekor elang jawa kembali menetas di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor.
Penetasan tersebut menjadi istimewa kerena untuk pertama kalinya anakan pasangan Hanum dan Riska dapat dirawat secara alami oleh induknya tanpa bantuan langsung keeper melalui metode hand raise.
Kurator Satwa Senior TSI Bogor, Imam Purwadi mengatakan bahwa anakan elang jawa tersebut menetas pada Selasa, 16 Juni 2026. Anakan itu merupakan anak kesembilan dari pasangan Hanum dan Riska.
Menurut Imam, keberhasilan reproduksi yang kesembilan ini menjadi pencapaian penting bagi program konservasi elang Jawa di TSI Bogor. Pasalnya, anakan tersebut dapat dirawat secara penuh oleh induknya.
Imam menjelaskan, pada reproduksi pertama hingga kedelapan, tim keeper memberikan bantuan melalui metode hand raise sebagian bagian upaya menjaga keberlangsungan hidup anakan.
Namun, pada reproduksi yang kesembilan, kondisi indukan memungkinkan proses pengasuhan berlangsung secara penuh oleh induknya.
“Perjalanan proses penetasan elang jawa itu 49-51 hari, tiap hari telurnya kita pantau agar bagaimana bisa menetas dengan baik dan hasilnya ini menetas dengan baik atau istimewa karena induk mampu secara mandiri merawat anaknya sampai dewasa,” imbuhnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ke depan, kata Imam, upaya konservasi elang jawa tidak berhenti pada keberhasilan reproduksi, melainkan juga mampu mengembangkan pengelolaan konservasi ex-situ yang mencangkup reproduksi terkontrol, kesejahteraan satwa, edukasi, penelitian, serta peningkatan kapasitas pengelolaan satwa liar.
Setiap penetasan, masih kata Imam, menjadi bagian dari proses jangka panjang untuk membangun populasi satwa yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus tetap mampu menunjukkan perilaku alaminya.
“Di momen kemerdekaan ini, penetasan elang jawa menjadi pengingat bahwa menjaga keanekaragaman hayati Indonesia juga merupakan bagian dari menjaga warisan bangsa,” paparnya.
Sementara itu, Founder TSI, Jansen Manansang mengatakan, penetasan elang jawa yang kesembilan di TSI Bogor menjadi kado kemerdekaan dari alam Indonesia.
Mengingat HUT ke-81 RI akan diperingati pada Senin, 17 Agustus 2026, anakan elang jawa kesembilan tersebut diberi nama Garuda sebagai simbol pada momentum bulan kemerdekaan.
“Tadi bisa dilihat di video kita itu tim keeper merawat elang jawa jantan dan betina sangat adil sekali, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kemakmuran yang pada akhirnya anaknya secara penuh dirawat oleh induknya. Maka, kita namakan Garuda,” pungkasnya. (*)





















