Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik tiga kepala dinas dan satu staf ahli di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis, 20 Agustus 2026.
Mereka yang dilantik adalah Anne Dewiana Rulianti yang mendapat promosi menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Bogor, Tyas Ajeng Fitriani Prihandari promosi dengan jabatan baru sebagai Kepala Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bogor,
Kemudian, Ana Ismawati mendapat promosi jabatan baru sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, serta Henny Nurliani yang kini menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Selain melantik empat jabatan pimpinan tinggi pratama, orang nomor satu di Kota Bogor itu juga melantik 12 pejabat jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Wali Kota mengatakan, pengisian jabatan tersebut merupakan bagian dari proses organisasi sekaligus kebutuhan prior di sebuah lembaga untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong.
“Namanya proses berorganisasi, saya pikir ini bagian dari kebutuhan prior dari sebuah lembaga, di mana memang saat ini ada beberapa kekosongan yang harus diisi,” ujar Dedie Rachim.
Ke depan, lanjut Dedie Rachim, Pemkot Bogor persiapkan juga re-kontek untuk mengantisipasi adanya kekosongan jabatan yang akan segera pensiun.
“Beberapa pejabat akan pensiun, kita juga sedang persiapkan,” kata Dedie Rachim.
Proses penentuan pejabat, menurutnya, dilakukan melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk melihat hasil re-konteks dan manajemen talenta.
“Buat saya, nomor satu saya tidak banyak intervensi. Saya cuma melihat dari hasil prosesnya cukup panjang dan yang memang memiliki nilai yang cukup untuk bisa memenuhi jabatan, tentu buat saya tidak ada keraguan untuk langsung saya pilih,” ungkapnya
Pada pelantikan kali ini, terdapat empat pejabat yang mengisi posisi jabatan pimpinan tinggi pratama dan 12 pejabat untuk jabatan fungsional.
Banyaknya perempuan dalam jajaran pejabat yang dilantik, dijelaskanya, hal tersebut merupakan hasil dari penilaian manajemen talenta.
“Saya juga tidak secara sengaja. Karena begitu melihat hasil manajemen talenta, ternyata memang yang nilainya cukup bagus itu perempuan,” katanya.
Menurut ia, di zaman sekarang tidak ada lagi dikotomi antara laki-laki dan perempuan. Kalau memang perempuan juga bisa berprestasi, tentu akan di berikan kesempatan.
“Saya yakin karena beliau-beliau ini sudah berkiprah di Kota Bogor dan insyaallah reputasinya baik semua. Kita do’akan saja semuanya bekerja untuk Kota Bogor,” kata Dedie Rachim.
Dedie Rachim berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik, agar menjaga integritas dan menunjukkan sikap sederhana dalam menjalankan tugas.
“Nomor satu jaga integritas. Tadi saya sampaikan, jadi pejabat di Kota Bogor itu harus menunjukkan kebersahajaan. Jadi jangan pamer-pamer kemewahan, sudah tidak cocok. Hari ini kita bekerja untuk masyarakat. Tunjukkan saja bahwa kita memang orang-orang yang diberikan kesempatan, diberikan jabatan, amanah untuk bisa bekerja sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)





















