Bogor24Update – Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup (Abdimas dan LH) Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor menerjunkan puluhan relawan dan pengurus dalam aksi World Cleanup Day (WCD) tingkat Kota Bogor 2026.
Kegiatan tersebut juga dipadukan dengan agenda Car Free Day (CFD) yang di halaman parkir Museum PETA, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu 4 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor tersebut menempatkan elemen kepramukaan dan organisasi kepemudaan di garda terdepan.
Melalui aksi edukasi tatap muka hingga pengumpulan sampah terpilah di sepanjang jalur CFD, anggota Pramuka berinteraksi langsung dengan pengunjung guna membumikan budaya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Kak Aldilah Rahman, mengatakan bahwa keterlibatan Pramuka ini merupakan manifestasi nyata dari pengamalan Dasadarma Pramuka, khususnya poin kelima dan kedelapan yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan serta kedisiplinan.
“Kami ingin mendorong gerakan perubahan perilaku di tengah masyarakat. Pramuka siap menjadi pelopor dan agent of change untuk mengedukasi warga bahwa persoalan sampah harus diselesaikan mulai dari hulu, yaitu dari rumah dan sekolah masing-masing,” katanya.
Ia menjelaskan, angkah ini menjadi bagian dari upaya masif mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri memilah sampah langsung dari rumah.
Menurut Kak Aldilah, edukasi pemilahan sampah yang gencar dilakukan para relawan Pramuka di area CFD ini selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dinilai sangat krusial untuk mendukung kesiapan pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.
“Jika masyarakat sudah terbiasa memilah sampah organik, daur ulang, dan residu sejak dari dapur rumah, maka beban pengelolaan di hilir akan berkurang drastis. Ini juga membuka peluang circular economy bagi warga,” tuturnya .
Selain jajaran Bidang Abdimas dan LH, kegiatan WCD 2026 di kawasan Museum PETA ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Kwarcab Kota Bogor, Andalan Cabang, serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna Kota Bogor.(*)




















