Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim resmi menutup Festival Merah Putih (FMP) ke-11 tahun 2026 di Shelter Skadron 6 Lanud Atang Sendjaja, pada Minggu, 30 Agustus 2026 malam.
Rangkaian kegiatan FMP yang berlangsung selama bulan Agustus tersebut ditutup dengan penampilan teatrikal yang mengisahkan perjuangan Jenderal Sudirman.
Apresiasi dan terima kasih disampaikan Dedie Rachim kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan FMP 2026.
“Apresiasi dan terima kasih untuk kerja keras panitia selama satu bulan serta persiapan yang cukup lama. Persiapan yang dilakukan mampu menampilkan ragam kegiatan dan atraksi yang bisa dibilang sempurna,” kata Dedie Rachim.
Menurutnya, para senior ini sudah meletakkan modal dasar. Modalitasnya sudah ada pelaksanaan sampai FMP yang ke-11 ini sudah menghasilkan generasi kedua.
“Jadi ini modal, artinya kedepan saya juga minta tentu semakin luas kalangan generasi muda untuk juga dilibatkan sejak awal. Karena biar bagaimanapun juga ini sesuai dengan motto Kota Bogor Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga,” ucapnya.
“Jadi apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari para pendahulu kita, dan apa yang kita kerjakan hari ini insyaallah akan dinikmati oleh generasi kedepan.
Ini yang harus betul-betul kita jiwai, orang bogor itu nanti harus bisa membuat regenerasi, kader-kader, membuat anak muda juga mau ikut terlibat,” sambungnya.
Secara garis besar, dijelaskan ia, pelaksanaan berbagai event di Kota Bogor selalu memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk terhadap perputaran ekonomi daerah. Hal tersebut juga dirasakan melalui pelaksanaan FMP 2026 yang dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi.
“Kalau dilihat secara sepintas pada Agustus 2026, ada peningkatan okupansi hotel dan peningkatan pendapatan restoran, kafe, dan hiburan lainnya,” ucapnya.
Ia mengatakan, semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan di Kota Bogor akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Hasil dari wawancara ada yang datang dari Jakarta, Bandung, Cianjur, Sukabumi bahkan dari Sumatera hingga Kalimantan, datang secara khusus mengikuti penaikan dan penurunan bendera Merah Putih di Tugu Kujang,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua FMP 2026, Syahril M. Said mengatakan, kesuksesan pelaksanaan FMP Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong di Kota Bogor terus menyala dan menjadi teladan.
“Rangkaian FMP boleh berakhir, tetapi bendera akan tetap berkibar dan semangat persatuan tidak boleh runtuh dan terus menyala,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Andy F. Picaulima, bahwa FMP ke-11 tahun 2026 melengkapi pelaksanaan FMP pada tahun-tahun sebelumnya.
Dimana kolaborasi seluruh pihak, diharapkan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas FMP, sehingga semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang.
“Urusan cinta tanah air tidak hanya urusan TNI Polri, tetapi masyarakat semua. Dukungan yang diberikan membuat saya terharu, hal yang perlu diingatkan adalah saya akan menjadi pionir FMP di lingkungan saya,” tutup Danlanud. (*)




















