Bogor24Update – Kendati ada sekitar 32 kecamatan yang terdampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) belum mengambil langkah untuk melakukan modifikasi cuaca.
Ketua Tim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi menganggap bahwa skema modifikasi cuaca saat ini belum terlalu diperlukan.
Musabab, lanjut dia, sebagian kecamatan di Kabupaten Bogor tidak sepenuhnya kemarau. Melainkan, telah diguyur oleh air hujan beberapa waktu lalu.
“Untuk saat ini modifikasi cuaca belum terlalu diperlukan karena masih terhandle oleh air yang sempat turun hujan di beberapa wilayah,” ujar Andi kepada Bogor24update, Rabu 2 September 2026.
Kondisi kekeringan itu meluas akibat kemarau berkepanjangan. Di Kabupaten Bogor, tercatat sejak Juni hingga saat ini atau sekitar empat bulan lamanya belum terjadi hujan hingga menyebabkan sebagian besar wilayah dari 40 kecamatan yang ada alami krisis air bersih.
Baca Juga : Kabupaten Darurat Kekeringan, 268 Ribu Orang di 32 Kecamatan Krisis Air Bersih
Andi menyebut, skema modifikasi cuaca kemungkinan bakal dilakukan di Kabupaten Bogor bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika kemarau terus terjadi.
“Dengan adanya hujan jadi tidak terlalu signifikan kekeringannya, tapi ga tau kalau ke depan situasinya. Insya Allah rencana nanti bisa menggunakan skema tersebut,” ucapnya.
Sekadar informasi, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, sebanyak 268.869 orang di Bumi Tegar Beriman terdampak kekeringan sejak 10 Juni hingga 30 Agustus 2026.
Kemudian, tercatat 32 kecamatan dan 166 desa atau kelurahan terdampak kekeringan dengan mengakibatkan krisis air bersih.
Adapun, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan 4.017.000 liter air bersih ke 590 titik kekeringan.(*)





















