Bogor24Update – Sebanyak 268.869 orang mengalami kekeringan atau krisis air bersih imbas terjadinya musim kemarau di Kabupaten Bogor.
Ketua Tim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi mengatakan bahwa jumlah itu tercatat sejak 10 Juni hingga 30 Agustus 2026.
“Kekeringan mengakibatkan 78.018 kepala keluarga (KK) atau 268.869 orang mengalami krisis air bersih,” ujar Andi kepada Bogor24update, Senin 31 Agustus 2026.
Baca Juga : Kemarau Masih Melanda, Pemkab Bogor Perpanjang Status Tanggap Darurat Kekeringan
Andi menyebut, ada 32 kecamatan dan 166 desa atau kelurahan yang terdampak kekeringan dengan mengakibatkan krisis air bersih.
Adapun, titik kekeringan ada di Kecamatan Tenjo, Cigudeg, Ciseeng, Cibungbulang, Leuwiliang, Nanggung, Jasinga, Rumpin, Ciampea, Leuwisadeng, Sukajaya, Parungpanjang, Pamijahan, Kemang, Gunung Sindur, Dramaga, Parung, Rancabungur, Cijeruk, Gunungputri, Cibinong, Cigombong, Cariu, Klapanunggal, Cisarua, Megamendung, Jonggol, Citeureup, Babakan Madang, Sukaraja, Tanjungsari, dan Sukamakmur.
“Upaya kami sampai 30 Agustus telah mendistribusikan 4.017.000 liter air bersih ke 590 titik kekeringan,” ucapnya.
Selain mendistribusikan pasokan air bersih ke sejumlah toren di tiap kecamatan, kata Andi, pihaknya pun juga telah melakukan pengeboran beberapa sumur di titik sumber air.
“Maka, kami menghimbau saat ini agar warga bisa menghemat penggunaan air di tengah kondisi kemarau,” pungkasnya.(*)




















