Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor.
Dukungan tersebut di antaranya datang dari pemadam kebakaran (Damkar) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Damkar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang turut membantu proses pemadaman dan penanganan kebakaran.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penanganan kebakaran di TPAS Galuga semakin diintensifkan sejak Sabtu malam dengan melibatkan tambahan personel dan peralatan dari berbagai pihak.
“Sejak semalam penanganan lebih intens, ada bantuan dari Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Namun kami juga masih mengharapkan water bombing dari Lanud Atang Sendjaja yang hingga kemarin, Jumat sore, sudah beberapa kali melakukan sorti, namun terkendala faktor cuaca dan ditunda,” ujar Dedie, Minggu 13 September 2026.
Dukungan juga datang dari jajaran perangkat daerah Kota Bogor, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim). Sementara itu, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor turut memberikan dukungan berupa logistik, suplai air, dan kebutuhan lainnya.
“Total potensi yang kita miliki 400 personel dari berbagai elemen. Dukungan yang cukup banyak juga datang dari Pemkab Bogor, mengingat lokasi kejadian ada di daerah Kabupaten Bogor. Dukungan lainnya datang dari Korem 061/Suryakancana,” jelas Dedie.
Pemkot Bogor juga akan meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait kemungkinan pelaksanaan rekayasa cuaca untuk membantu proses pemadaman.
Selain itu, koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terus dilakukan untuk mengidentifikasi dukungan tambahan, baik berupa teknologi, logistik, personel maupun sumber daya lainnya.
Dedie menuturkan, pemadaman api di dalam tumpukan sampah yang telah menahun bukan perkara mudah, terlebih di tengah kondisi kemarau panjang.
Karena itu, Pemkot Bogor juga berencana melaksanakan salat Istisqa dan doa bersama pada Senin atau Selasa mendatang, sebagai bentuk ikhtiar meminta hujan untuk membantu proses pemadaman.
“Ini sesuatu yang baru buat kita, memadamkan api dalam tumpukan sampah yang sudah menahun akan sulit kalau tidak ada bantuan dari berbagai pihak. Salah satu cara yang paling efektif adalah turunnya hujan. Kami juga sedang mempersiapkan pelaksanaan salat Istisqa. Di tengah kemarau yang panjang ini, kita memohon kepada Allah SWT memberikan hujannya untuk pemadaman di TPAS Galuga,” ungkapnya.(*)




















