Bogor24Update – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mulai memasuki babak baru. Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar minyak (solar) resmi digarap setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan pada Kamis 17 September 2026.
Proyek tersebut mencakup pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang digarap PT Weiming Nusantara Bogor New Energy bersama Danantara, serta PSE Pirolisis yang digarap pihak TNI.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, groundbreaking PSEL dan PSE Pirolisis menjadi momentum sejarah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Pasalnya, lanjut dia, sudah puluhan tahun kawasan Galuga dipenuhi sampah sehingga berdampak terhadap kondisi udara di sekitar.
“Di sini tidak ada mall, tidak ada investasi, tidak ada perumahan dengan segmen menengah ke atas dan harga tanah pun bergerak cukup lambat. Maka, dengan dimulainya pengolahan sampah menjadi modern ini kita lihat hasilnya 10-15 tahun ke depan,” ujar Rudy kepada wartawan.
Menurut Rudy, dimulainya proyek PSEL dan PSE Pirolisis menjadi langkah awal untuk membenahi kondisi lingkungan di kawasan Galuga yang selama ini terdampak aktivitas pembuangan sampah.
“Air dan tanah kondisinya sudah rusak, maka kita harus perbaiki dari sekarang. Mungkin, belum tentu dalam waktu 10-15 tahun gunungan sampah ini menjadi bersih, tapi kami yakini pepohonan akan tumbuh kembali dan sektor pertanian bergerak secara optimal,” katanya.
Rudy juga memastikan, pengoperasian PSEL dan PSE Pirolisis nantinya akan menghilangkan sistem open dumping yang selama ini diterapkan dalam pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
“Sampah tidak menjadi open dumping seperti sekarang ini yang ditumpuk, tapi nanti sampah diproses untuk energi listrik dan bahan bakar minyak,” ungkapnya.
Ia berharap, transformasi pengelolaan sampah di TPA Galuga tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan saat ini, tetapi juga menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang.
“Inilah niat baik kita untuk meninggalkan legacy atau warisan buat anak cucu kita ke depan,” pungkasnya.(*)




















