Bogor24Update – Legacy Indonesian Coffee di Jalan Cilendek Timur No.10, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor menghadirkan sesuatu yang menarik.
Rumah produksi yang digagas dan dimiliki Yun Suheri utu tidak hanya mengolah biji kopi, tetapi juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal dan mengembangkan usaha kopi.
Yun Suheri menjelaskan bahwa nama Legacy Indonesian Coffee dipilih karena terinspirasi dari sejarah panjang kopi di Indonesia.
“Kenapa saya dirikan Legacy Indonesian Coffee? Saya berpikir dari sebuah warisan. Bagaimanapun juga, kopi yang beredar di Indonesia ini adalah sebuah peninggalan warisan. Kalau kita lurus sejarahnya, kopi asalnya dari Ethiopia, kemudian dibawa ke Belanda. Setelah Belanda keluar dari Indonesia, salah satu legacy yang ditinggalkan adalah kopi yang tersebar di Indonesia,” kata dia, Minggu 20 September 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan Indonesia kemudian dikenal memiliki berbagai jenis kopi, di antaranya robusta dan arabika.
Namun, menurutnya, pada masa lalu masyarakat Indonesia lebih banyak diarahkan untuk menanam kopi tanpa mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai proses pengolahannya.
“Kopi yang ada di Indonesia ini yang ditinggalkan itu ada kopi robusta ada juga kopi robusta. Kita hanya disuruh menanam saja, tidak diajarkan bagaimana pengolahannya,” jelas Yun Suheri.
Seiring berkembangnya pengetahuan masyarakat, ia melihat adanya peluang untuk mengangkat kembali budaya minum kopi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi.
“Seiring berjalannya waktu, pengetahuan kita bertambah. Kita coba mengangkat kembali budaya mengopi untuk dijadikan kekuatan kita bahwa Indonesia itu penghasil kopi yang bagus di antara beberapa negara yang ada di dunia,” ujarnya.
Di Legacy Indonesian Coffee, proses produksi dilakukan mulai dari biji kopi mentah hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi. Proses tersebut mencakup pengolahan biji kopi, pengeringan, penyortiran, hingga roasting.
Biji kopi yang telah dipanen dan diproses akan dikeringkan hingga mencapai tingkat kekeringan tertentu. Setelah itu dilakukan penyortiran untuk memisahkan biji kopi yang baik dan yang tidak baik.
“Sesudah itu, kita naikkan sesuai peruntukannya, dari kopi mentah menjadi kopi matang. Itu namanya roasting,” tuturnya.
Selain itu, di tempatnya juga melayani kebutuhan sejumlah kafe. Produk yang disediakan dapat berupa biji kopi sangrai maupun kopi bubuk, sesuai kebutuhan pelanggan.
“Ada beberapa kafe teman yang membutuhkan roasting, kita layani. Kalau mereka butuhnya bubuk, kita jual bubuknya juga,” katanya.
Tak hanya itu, di Legacy Indonesian Coffee juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mempelajari kopi dan memulai usaha.
Menurutnya, sejak berdiri pada 2018, pihaknya telah memberikan edukasi kepada hampir puluhan usaha kecil. Peserta yang datang pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga pekerja.
“Alhamdulillah, dari mulai tahun 2018 sampai sekarang terhitung sudah hampir puluhan usaha kecil yang kita edukasi semenjak Legacy Indonesian Coffee ini berdiri. Setidaknya satu persen kita membantu teman-teman yang kesulitan mau membuat usaha apa,” ungkapnya.
Ia menyebut, tujuan utama kegiatan edukasi tersebut adalah mendorong para penikmat kopi agar tidak hanya berhenti sebagai konsumen, tetapi dapat berkembang menjadi pelaku usaha.
“Tujuan utama Legacy itu bagaimana mereka yang datang kemari dari penikmat kopi menjadi pelaku usaha. Kita coba itu. Awalnya datang kemari hanya menikmati kopi, belajar kopi, bertanya-tanya tentang kopi, akhirnya kita ajarin roasting, kita ajarin cara menyeduh dan akhirnya dia menjadi pelaku usaha kopi,” terangnya.
Ia berharap dengan adanya edukasi tersebut, dapat memberikan dampak lebih luas terhadap ekosistem kopi, khususnya para petani.
“Kenapa itu kita lakukan? Agar supaya misalnya nanti semakin banyak teman-teman terlibat di usaha kopi ini akan membantu banyak petani yang ada di belakang kita. Sebelum ini tupoksi kita adalah mengangkat pertanian perkopian Indonesia,” kata Yun Suheri
Legacy Indonesian Coffee menyediakan berbagai jenis kopi, dengan robusta dan arabika sebagai jenis yang paling banyak tersedia.
Untuk kopi robusta, sebagian besar pasokan berasal dari Sumatera, khususnya Bengkulu.
“Kemudian yang dari bogor kopi robusta Paseban, robusta Wangun, arabika Paseban, dan arabika Wangun,” katanya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang ingin belajar, Legacy Indonesian Coffee menyediakan pelatihan dengan biaya Rp350 ribu untuk satu orang dalam satu kali pertemuan.
“Biaya tersebut sudah mencakup makan, bahan praktik seperti kopi dan susu, serta sertifikat sesuai tahapan pembelajaran, mulai dari tingkat pemula hingga tahapan lainnya,” pungkasnya.
Sekedar informasi, Legacy Indonesian Coffee buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22 00 WIB.(*)




















