Sukabumi24update.com – Kondisi memprihatinkan dialami Madrasah Tsanawiyah Al-Muhajirin yang berada di Kampung Simpang, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bangunan sekolah berusia 20 tahun itu ambruk nyaris rata dengan tanah.
Peristiwa ambruknya bangunan terjadi tanpa angin dan tanpa hujan, tepat setelah waktu Magrib. Dua ruang kelas yang roboh yakni kelas 8 dan kelas 9.
Akibatnya, puluhan siswa terpaksa belajar di ruang seadanya yang masih tersisa, yakni ruang perpustakaan yang digunakan secara bergiliran. Meski kondisi perpustakaan juga tidak layak, para siswa harus berdesakan dan berbagi ruang setiap hari agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Kepala Sekolah MTs Al-Muhajirin, Endin Wahidin, mengatakan pihaknya sudah berupaya menyiasati sebelum bangunan benar-benar ambruk.”Ada dua kelas, dua enam tahun pak, menyiasati anak-anak takut roboh dipindahkan di perpustakaan walaupun ruang perpustakaan kurang bagus, akhirnya ada kejadian setelah magrib sekolah roboh,” ujar Endin.
Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus membantu sekolah negeri saja.”Kepada pemerintah mohon bantuannya jangan negeri terus yang diberikan bantuan, sama juga sekolah swasta juga untuk mendidik anak bangsa,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang siswi, Nadha, mengaku takut dan was-was saat belajar.”Perasaannya takut dan khawatir karena ketika saat belajar di musim hujan sangat takut ambruk, dan juga was-was sementara belajar dialihkan di perpustakaan. Mohon perhatiannya dari pemerintah dan juga KDM juga diperhatikan ya pak walaupun sekolah swasta,” ungkapnya.
Meski harus berdesakan sebanyak 30 siswa di dalam ruang perpustakaan, proses pembelajaran tetap dilaksanakan. Para siswa dan pihak sekolah berharap program pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menyentuh bangunan sekolah rusak yang berada di pelosok daerah terpencil.
Penulis: Tim liputan Sukabumi24update
Editor: Redaksi Sukabumi24update




















