Bogor24Update – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya II di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ditargetkan dapat dimulai melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026, jika tidak ada kendala.
Hal tersebut disampaikan langsung Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat meninjau lokasi lahan pembagunan PSEL Kayumanis, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Secara teknis, Dedie Rachim mengatakan bahwa lokasi pembangunan PSEL di Kayumanis telah memenuhi persyaratan. Proses penataan perizinan, penetapan akses, hingga perencanaan pembangunan PSEL dan akses jalan dinilai telah selesai.
“Lokasi Kayumanis secara teknis sudah memenuhi persyaratan. Semua proses penataan izin, penetapan akses, dan perencanaan untuk PSEL serta akses jalan sudah clear,” ujar Dedie Rachim kepada wartawan.
Namun, lanjut ia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih perlu memastikan kesiapan akses jalan menuju kawasan proyek.
Menurutnya, lebar jalan standar saat ini berkisar antara 4 hingga 5,5 meter. Sementara kebutuhan akses menuju kawasan proyek diperkirakan mencapai sekitar 8 meter agar kendaraan dapat melintas dengan aman.
“Tinggal kita mewujudkan akses Jalan yang lebih representative. Yang dibutuhkan sekarang jalan standar itu antara 4 sampai 5 setengah meter, sementara kebutuhan kita kurang lebih 8 meteran untuk bisa memastikan nanti crossing dari kendaran-kendaraan, terutama kendaraan yang akan masuk ke dalam area proyek tol maupun proyek PSEL,” ucapnya.
“Hari ini kita memastikan secara teknis tidak ada kendala yang terlalu berat. Mungkin nanti diperlukan cut and fill untuk menyesuaikan elevasi lahan dengan kondisi di bagian belakang yang sedikit menurun,” sambungnya.
Dedie Rachim berharap pada Desember 2026 pembangunan PSEL Bogor Raya II ini dapat dimulai dengan peletakan batu pertama.
“Diperkirakan saya bulan Desember, kalau tidak ada halangan,” pungkasnya. (*)




















