Bogor24Update – Berbekal lima medali emas dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido di Lampung, Pengurus Cabang (Pengcab) Hapkido Kota Bogor semakin percaya diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Pada ajang olahraga tingkat provinsi yang akan digelar November mendatang itu, kontingen Kota Hujan membidik tiga medali emas.
Untuk mewujudkan target tersebut, persiapan atlet kini memasuki tahap pemantapan melalui pemusatan latihan atau training camp di kawasan Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Program ini merupakan bagian dari persiapan panjang yang telah dijalankan selama sekitar satu setengah tahun.
Ketua Pengcab Hapkido Kota Bogor, Muhamad Opik, menyebut hasil Kejurnas di Lampung menjadi suntikan motivasi sekaligus tolok ukur kesiapan atlet sebelum berlaga di Porprov.
Saat itu, Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan raihan 31 medali, termasuk 11 emas. Lima medali emas di antaranya disumbangkan atlet Hapkido Kota Bogor.
“Prestasi di Kejurnas menjadi modal berharga bagi kami. Hasil itu menunjukkan atlet-atlet Kota Bogor memiliki kemampuan bersaing dan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi Porprov nanti,” kata Opik, Minggu 18 Oktober 2026.
Opik menegaskan, meski memiliki catatan positif di level nasional pihaknya tetap menetapkan target secara terukur. Dari sejumlah nomor yang dipertandingkan, kelas tarung atau Daeryun menjadi andalan untuk mendulang medali emas.
Sebagian besar atlet yang dipersiapkan menurutnya, merupakan andalan di nomor tersebut. Oleh karena itu, pemantapan teknik, strategi, dan kesiapan fisik terus menjadi perhatian tim pelatih menjelang pertandingan.
Hapkido Kota Bogor akan menurunkan sebanyak 13 atlet pada Porprov Jabar 2026. Para atlet itu berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga personel TNI/Polri serta aparatur sipil negara (ASN).
Dimana dari jumlah tersebut, sebanyak 11 atlet diproyeksikan berlaga di nomor Daeryun, satu atlet turun di nomor lompat tinggi atau Nakbob, dan satu atlet lainnya mengikuti nomor seni atau Hyung.
Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu atlet yang menjadi perhatian adalah Lintang, pelajar kelas XII SMA kelahiran 2009. Atlet termuda dalam kontingen tersebut sebelumnya berhasil meraih medali perunggu pada Kejurnas Hapkido di Lampung.
“Kami optimistis anak-anak bisa memberikan hasil terbaik. Dengan persiapan yang sudah dilakukan, kami berharap target tiga emas dapat tercapai,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Hapkido Kota Bogor, Muhammad Bahrul Gifari, mengatakan bahwa pemusatan latihan yang telah berlangsung selama dua bulan difokuskan pada peningkatan performa, penguatan mental bertanding, serta pematangan taktik dan strategi.
Pada tahap ini, tim pelatih berupaya menjaga konsistensi penampilan atlet sekaligus memperbaiki sejumlah kekurangan yang ditemukan saat Kejurnas.
“Fase sekarang adalah menjaga konsistensi performa. Evaluasi dari Kejurnas terus kami benahi. Kekompakan tim pelatih, kedekatan antaratlet, serta kesadaran mereka dalam menjalani program latihan menjadi modal penting untuk mengatasi kendala di lapangan,” ujar Bahrul.
Ia menilai, persaingan di Porprov Jabar 2026 diperkirakan berlangsung ketat. Bahrul menyebut Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi sebagai kontingen yang patut diwaspadai.
Khusus Kota Bekasi, status sebagai tuan rumah dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.
Namun, hal itu tidak menyurutkan keyakinan tim Hapkido Kota Bogor untuk bersaing memperebutkan medali.
“Kami mewaspadai kekuatan Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, dan tuan rumah Kota Bekasi. Namun, kami tetap fokus pada kesiapan sendiri. Target tiga emas cukup realistis, bahkan peluang untuk melampauinya tetap terbuka,” tutupnya.(*)




















