Bogor24Update – Dari resep keluarga, Dewi bersama suami berhasil mengembangkan usaha rumahan kentang mustofa. Usaha kuliner yang berdiri sejak 2021 dan diberi nama Kentang Goreng Resep Ibu ini terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Dewi menceritakan usahanya tersebut bermula saat pandemi Covid-19 melanda. Waktu itu kondisi ekonomi sedang sulit, kemudian ia mendapatkan saran dari teman-teman pengajian untuk mencoba berjualan kentang mustofa.
Awalnya, Dewi mengaku tidak terbiasa memasak untuk dijual. Ia hanya membuat dalam jumlah kecil untuk percobaan. Namun, seiring berjalannya waktu, pesanan mulai berdatangan dan jumlahnya terus meningkat setiap bulannya.
“Awalnya buat sedikit dulu untuk jualan. Tapi setelah beberapa bulan, orderan makin banyak. Alhamdulillah sampai sekarang pembeli terus bertambah dan usaha semakin berkembang,” kata Dewi, saat ditemui dirumahnya di Jalan Cermai Ujung No. 3 RT02 RW 10, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin, 23 Februari 2026.
Kentang mustofa yang diproduksi Dewi dibuat dalam dua bentuk, yakni bentuk koin dan stik. Variasi rasanya pun beragam, mulai dari original, cabai, kacang, hingga ikan teri. Untuk satu bungkus dengan berat 285 gram dibanderol Rp30 ribu.
“Kalau varian campuran seperti kacang dan ikan teri dijual Rp35 ribu sampai 40 ribu,” ucapnya.
Untuk pemasaran, Dewi memanfaatkan jaringan pertemanan melalui WhatsApp, dari teman ke teman. Walaupun dipasarkan melalui teman, namun jangkauan penjualannya cukup luas.
“Seperti Bandung dan Surabaya, juga pernah dikirim ke luar negeri, antara lain ke Qatar, Australia, Brazil, hingga Jepang,” tuturnya.
Sementara itu, sang suami, Lutfi mengungkapkan, memasuki bulan Ramadan, permintaan kentang mustofa miliknya mengalami peningkatan signifikan. Penjualan bahkan bisa naik hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
“Jika sebelum Ramadan produksi menghabiskan sekitar 300 kilogram kentang, kalau bulan puasa apalagi mau lebaran jumlahnya bisa mencapai estimasi satu ton,” kata Lutfi.
Ia bersama Dewi mengaku bersyukur usaha yang dirintisnya di rumahnya kini semakin dikenal masyarakat luas. (*)





















