Bogor24Update – Korban tewas di area pertambangan Antam, Kabupaten Bogor, kembali terungkap. Dia adalah Isep.
Isep menjadi korban ketiga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Ia merupakan tetangga dari Edi Saputra dan Jaka di Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
“Ada tiga korban yang sudah kita evakuasi dengan keadaan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna kepada wartawan, Senin 19 Januari 2026.
Evakuasi yang dilakukan bersama tim emergency response PT Antam itu dilakukan berdekatan. Pertama dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026 yang dimulai pada pukul 01.00 hingga 04.00 WIB dan ditemukan dua korban jiwa yakni Edi dan Jaka.
Kemudian, evakuasi kedua dilakukan pada malam harinya hingga Senin pagi yang juga ditemukan satu korban jiwa yaitu Isep.
“Ketiga korban yang kita dapatkan itu adalah warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya,” ungkap Ucup.
Baca Juga : Pilu, Korban di Area Antam Berencana Menikah Sehabis Lebaran
Namun, Ucup menyebut bahwa ketiga korban ditemukan di lokasi yang bukan merupakan operasional PT Antam.
Bahkan, tambah dia, dalam proses evakuasi itu Tim Gabungan sempat ada yang terluka usai tertimpa bebatuan.
“Jadi, ketiga korban bukan di titik operasional Antamnya, menurut catatan kami itu di kedalaman sekitar 500 meter di atas permukaan laut (MDPL),” tuturnya.
Selain itu, kata Ucup, ada dua gurandil yang juga menjadi korban jiwa akibat kepulan asap dan telah dievakuasi secara mandiri
“Ada dua korban lagi yang di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Itu pun kami yang mendatangi ke sana setelah mendapatkan informasi,” jelasnya.
Baca Juga : Peristiwa Antam Makan Korban, Baru Dua Orang Dimakamkan
Ucup mengungkapkan, saat ini pihak kepolisian membuka posko siaga bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
“Kita bentuk posko siaga di Polsek Nanggung, Polsek Leuwiliang, dan Polsek Cigudeg sampai kejadian ini selesai. Jadi, warga bisa melaporkan jika kehilangan anak atau saudaranya soal musibah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Region Jawa, CSR, dan Subdivisi PT Antam Pongkor, Agustinus Toko Susetio mengatakan bahwa ketiga korban yang berhasil dievakuasi Tim Gabungan bukan merupakan karyawan PT Antam.
“Tiga korban yang berhasil dievakuasi itu merupakan warga, bukan pegawai ataupun kontraktor PT Antam dan itu berada di area non operasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” kata Agustinus.
Dia melanjutkan, ketiga korban yang berhasil dievakuasi itu telah diserahkan ke pihak keluarga.
Adapun, terkait kepulan asap, Agustinus mengaku masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebabnya.
“Asap itu penyebabnya masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang, Antam menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik bisa akurat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.(*)






















