Bogor24Update – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengandalkan armada truk compactor untuk mengatasi persoalan air lindi sampah yang kerap bercucuran dan mencemari lingkungan.
Air lindi yang memiliki bau tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan karena mengandung bakteri itu kerap menetes dari truk ke sepanjang jalan saat proses pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.
Rudy Susmanto mengatakan bahwa saat ini Pemkab Bogor telah mengambil langkah dengan truk compactor sebagai solusinya.
“Kami bertransformasi beberapa unit kendaraan pengangkut sampah sudah menggunakan truk compactor,” ujarnya kepada wartawan di Cibinong, Jumat 6 Februari 2026.
Meski begitu, Rudy Susmanto menyebut, armada truk compactor yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor saat ini jumlahnya belum banyak.
“Belum bisa semuanya (ke seluruh kecamatan), mudah-mudahan tahapannya berjalan dari tahun ke tahun. Sehingga, proses pengangkutan sampah dari beberapa titik lokasi dapat kita minimalisir untuk air lindi yang keluar,” ucapnya.
Rudy Susmanto menambahkan, agar pengangkutan sampah bisa terakomodir secara keseluruhan di semua kecamatan. Nantinya, akan dianggarkan pengadaan truk compactor lain.
“Kita nanti akan menggunakan Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa Tahun 2026 untuk pengelolaan sampah di tingkat desa, sehingga beberapa sampah bisa diproses di tingkat desa untuk dibawa ke TPAS Galuga,” tuturnya.
Ia pun meyakini dengan hadirnya truk compactor bisa mengatasi air lindi sampah yang berceceran di jalan raya.
“Kalau truk compactor kan itu model truknya tertutup jadi ada mesin pressnya,” pungkas Rudy Susmanto.(***)






















