Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup dan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan kanker.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan jumlah penderita kanker di Kota Bogor terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya, sambung Dedie Rachim, adalah pola hidup dan gaya hidup yang kurang sehat.
Menurutnya, upaya pencegahan kanker dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik.
“Minimal berolahraga 30 menit setiap hari,” ungkap Dedie Rachim saat memperingati Hari Kanker Sedunia tingkat Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu, 4 Februari 2026.
Selain itu, ia juga menyoroti gaya hidup kebiasaan seperti begadang serta konsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.
“Karena kita tidak tahu kita belinya di tempat-tempat yang mungkin kurang representatif. Kita tidak tahu apakah makanan tersebut mengandung zat pewarna atau pengawet berbahaya yang seharusnya tidak digunakan untuk makanan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bogor bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Bogor dalam melakukan operasi-operasi pencegahan.
“Pada tahun lalu kita mendapati salah satu produsen mie di Kota Bogor yang ternyata memakai bahan-bahan berbahaya,” ungkapnya.
Sisi lain, Dedie Rachim menjelaskan, pada rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia ini Pemkot Bogor juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah warga yang menderita kanker.
Ia berharap kunjungan tersebut memberikan motivasi dan semangat kepada para penderita agar mampu bertahan menjadi penyintas kanker.
“Semangat dari keluarga itu sangat juga membantu, termasuk juga katanya salah satu pemicunya adalah stres. Jadi hindari stres, pola hidup sehat dan gaya hidup yang baik. Itu salah satu yang perlu kita perhatikan,” katanya. (*)





















