Bogor24Update – Penjualan beduk saat ini mengalami penurunan signifikan di tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Farid Alfaridzi, perajin beduk di kawasan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Farid menyebut, penjualan beduk mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Usaha pembuatan beduk telah dijalani oleh pria berusia 40 tahun ini sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Awalnya waktu SD saya suka ikut sama bapak jualan beduk, dan alhamdulillah sampe sekarang saya jalani,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 18 Maret 2026.
Sampai saat ini, ia tetap konsisten memproduksi berbagai ukuran beduk, mulai dari yang kecil hingga besar.
“Setiap tahun kita selalu bikin beduk, baik yang kecil maupun yang besar,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa beduk yang diproduksinya dibuat dari bahan kulit kambing dan kulit sapi. Proses pembuatannya dimulai dari pengolahan kulit yang diperoleh dari jagal.
Kemudian kulit tersebut dibersihkan dan dijemur di bawah sinar matahari. Setelahnya diolah lebih lanjut hingga siap digunakan.
“Kalau beduk, kita bikin dari kulit kambing sama kulit sapi. Kulitnya kita ambil dari pengolahan jagal, dibersihkan, lalu dijemur, setelah itu diolah lagi,” jelasnya.
Menurut ia, meski kualitas produk tetap terjaga, namun permintaan di tahun ini menurun drastis. Ia menilai kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan tahun lalu yang lebih ramai pembeli.
“Untuk sekarang, penjualan malah turun dibanding tahun kemarin. Penjualan tidak seramai tahun kemarin, berkurang,” bebernya.
Untuk pemasarannya, dirinya tidak hanya melayani pembeli dari Bogor, tetapi juga dari luar daerah seperti Tangerang hingga Sukabumi.
Untuk harga, Farid menetapkan tarif yang relatif standar. Beduk berbahan kulit sapi berukuran besar dijual sekitar Rp1,3 juta, sedangkan beduk dari kulit kambing ukuran besar dibanderol di bawah Rp1 juta.
“Kalau sapi sekitar Rp1,3 juta untuk ukuran gentong besar. Kalau kambing di bawah Rp1 juta ukuran besar, kalau yang ukuran gentong kecil 500 ribu sampai 250 ribu. Sedangkan beduk yang dari kulit sapi ukuran standar itu 700 ribu,” pungkasnya. (*)




















