Bogor24Update – Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, digeruduk puluhan mahasiswa buntut dugaan pengadaan videotron yang kabarnya mencapai Rp120 miliar.
Kelompok yang tergabung dalam Resolusi Mahasiswa Bogor (RMB) melakukan unjuk rasa, mendesak transparansi pengadaan videotron yang akan dipasang di setiap Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) tersebut pada Kamis 5 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan mahasiswa itu melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes dan desakan terhadap Dispora Kabupaten Bogor.
Koordinator Aksi RMB, Mahdi menilai pengadaan videotron di setiap GOM bukanlah hal yang mendesak.
“Percuma menganggarkan Rp120 miliar buat videotron, ga ada masyarakat yang nonton sampai berjam-jam. Paling juga cuma sekilas lewat aja ditontonnya, kan sayang anggarannya,” ujar Mahdi kepada wartawan di Cibinong.
Menurut Mahdi, seharusnya Dispora Kabupaten Bogor bisa lebih mementingkan terhadap kesejahteraan atlet-atlet muda di Bumi Tegar Beriman.
“Itu videotron yang ditayangin isinya program MBG (Makan Bergizi Gratis), capaian penghargaan segala macamnya,” ucapnya.
“Alangkah baiknya itu kan pembinaan pemuda di usia dini yang nantinya akan menjadi atlet untuk mengharumkan nama Kabupaten Bogor,” sambungnya.
Oleh karena itu, Mahdi mendesak Bupati Bogor, Rudy Susmanto mencopot Asnan AP sebagai Kepala Dispora Kabupaten Bogor.
“Pemimpin itu harusnya mengetahui apa yang menjadi skala prioritas di Kabupaten Bogor, maka kami meminta kepada Bupati Rudy Susmanto segera mencopot Kadispora karena tidak memiliki kompetensi untuk memimpin Dispora,” tuturnya.
Dengan adanya aksi itu, Mahdi berharap aspirasi yang disampaikannya tersebut bisa membuat Dispora Kabupaten Bogor bisa lebih memperhatikan atlet-atlet muda.
“Pembinaan atlet dari ujung Cigombong ke Cariu ke Nanggung ke Gunungputri itu belum terakomodir, itu hal yang fundamental tapi gagal dilakukan oleh Dispora Kabupaten Bogor. Jadi, videotron diadakan dan atletnya terbengkalai kan percuma,” pungkasnya.
Sementara hingga berita ini disiarkan, belum ada tanggapan dari pihak Dispora Kabupaten Bogor. (*)






















