Bogor24Update – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengklaim wilayahnya masuk dalam kawasan zona hijau kasus virus nipah.
“Berdasarkan hasil pemetaan resiko, Kabupaten Bogor masih dalam zona hijau virus nipah atau tidak beresiko,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty kepada wartawan, Senin 9 Februari 2026.
Fusia menjelaskan, virus nipah merupakan penyakit zoonotik emerging dari anggota genus Henipavirus dan famili Paramyxoviradae.
“Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah yang dapat menularkan virus ke manusia secara langsung atau melalui perantara lain seperti babi, serta melalui konsumsi makanan atau minuman seperti buah yang terkontaminasi virus,” jelasnya.
Selain dari hewan kelelawar dan babi, kata Fusia, penularan juga bisa disebabkan antar manusia melalui kontak erat penderitanya.
“Manifestasi klinis bervariasi, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalistis yang dapat berakibat kematian,” ucapnya.
Fusia tetap mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk mencegah penyebaran virus nipah.
“Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, tidak konsumsi nira atau aren dari pohonnya, cuci dan kupas buah keseluruhan, buang buah yang ada gigitan kelelawar, konsumsi daging ternak secara matang, dan hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi,” pungkasnya.(*)





















