Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung menertibkan spanduk dan baliho berukuran raksasa di Kecamatan Babakan Madang pasca disinggung Presiden Prabowo pada Rakornas, kemarin.
Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Khodara mengatakan bahwa langkah tersebut langsung dilakukan pihaknya dengan jumlah yang ditertibkan sebanyak 382.
“Kemarin itu Senin dari pukul 14.45 WIB hingga Selasa pukul 03.15 WIB kita telah menertibkan 382 spanduk, baliho, dan reklame,” ujar Rhama kepada Bogor24update, Selasa 3 Februari 2026.
Rhama menjelaskan, penertiban itu dilakukan di sepanjang Jalan Cijayanti hingga Bojong Koneng.
“Spanduk roko, baliho rumah makan, baliho hotel, baliho cafe, dan jenis iklan lainnya yang ditertibkan itu di sepanjang Jalan Cijayanti sampai Bojong Koneng,” ucapnya.
Ke depan, kata Rhama, penertiban akan dilakukan secara menyeluruh ke wilayah lain di Kabupaten Bogor agar menjadi rapi.
“Nanti ke depannya penertiban se-Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya spanduk dan baliho berukuran raksasa yang merusak estetika kawasan Babakan Madang saat melakukan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Sentul, pada Senin, 2 Februari 2026.
“Kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk. ‘Ayam goreng pesan satu dapat satu gratis’. Kenapa harus besar-besar? Turis datang tidak mau lihat spanduk,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut, Bogor merupakan wilayah yang memiliki keindahan luar biasa. Oleh karenanya, tambah dia, Pemerintah Daerah (Pemda) harus bergerak aktif dalam menata wilayahnya masing-masing.
“Bogor itu dulu kota paling indah, Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Saya dari dulu ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi Presiden ya tinggal di Bogor,” cetusnya.
“Terlalu banyak spanduk, baliho, dan iklan. Tolong ditertibkan, ajak bicara pengusaha, yuk bikin iklan tapi jangan terlalu besar,” pungkasnya.(*)






















