Bogor24Update – Salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Sulawesi Selatan diketahui bernama Ferry Irawan.
Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini merupakan warga Kompleks Mina Bakti RT06 RW03, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Ketua RT06 RW03, Ari, membenarkan bahwa Ferry Irawan adalah warganya. Hingga saat ini, pihak lingkungan setempat masih belum mendapatkan informasi pasti mengenai keberadaannya pascakecelakaan pesawat tersebut.
“Betul, Pak Ferry adalah warga kami. Sampai sekarang kami belum menerima informasi lanjutan terkait keberadaan beliau setelah kejadian kecelakaan pesawat ATR itu,” ujar Ari, Senin, 19 Januari 2026.
Ari menyampaikan harapannya agar tim pencari korban segera menemukan titik terang.
“Kami berharap mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keajaiban dan Allah memberikan petunjuk kepada tim pencari agar Pak Ferry bisa segera ditemukan,” tambahnya.
Menurut ia, Ferry dikenal sebagai pribadi yang baik, santun, dan aktif berkontribusi dalam kegiatan lingkungan, khususnya kegiatan keagamaan.
Dia kerap terlibat dalam peringatan Hari Besar Islam (PHBI), terutama saat pelaksanaan Idul Adha, bahkan pernah dipercaya sebagai ketua panitia.
“Beliau orangnya sangat detail kalau soal kepanitiaan. Dulu aktif sekali di kompleks,” ungkap Ari.
Namun dikarenakan kesibukannya tugas di KKP, kehadiran Ferry di lingkungan mulai berkurang.
“Dalam satu bulan mungkin hanya sekitar tiga kali pulang. Biasanya kami hanya berpapasan saat beliau berangkat kerja,” katanya.
Saat ini, rumah Ferry dalam keadaan kosong. Seluruh anggota keluarganya, yakni istri dan dua anaknya diketahui berada di wilayah Bekasi untuk menunggu informasi lebih lanjut terkait kondisi Ferry.
“Biasanya rumah diisi empat orang, tapi sekarang kosong karena keluarga semua ke Bekasi,” ungkap Ari.
Sementara itu, salah satu warga RT06 RW03, Entang, menyebut Ferry telah tinggal di kompleks tersebut sekitar 20 tahun dan dikenal baik oleh warga sekitar.
“Pak Ferry itu baik sekali. Kalau dapat ikan suka dibagi-bagi ke warga. Orangnya ramah dan rajin ke musala,” ujar Entang.
Ia juga mengungkapkan bahwa terakhir kali bertemu Ferry pada Jumat sebelum kecelakaan pesawat terjadi.
“Besoknya kami dengar kabar musibah pesawat jatuh. Jadi hari Jumat itu terakhir saya ketemunya,” pungkasnya. (*)






















