SUKABUMI24UPDATE– Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI DPC Sukabumi Raya menggelar aksi Mimbar Rakyat bertajuk “Pemimpin dan Birokrasi Negara Gagal” di Tugu Adipura, Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, Senin 15 Juni 2026 sore.
Aksi diwarnai pembentangan poster dan pembakaran ban sebagai bentuk protes terhadap kondisi bangsa. Massa menilai Indonesia tengah menghadapi krisis multidimensi di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
GMNI menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Mereka juga mengkritik meningkatnya biaya hidup akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, ketergantungan impor, dan tekanan harga energi dunia yang dinilai mengancam daya beli masyarakat miskin dan kelas menengah.
Menurut GMNI, arah pembangunan nasional semakin kabur karena program strategis beranggaran besar belum mampu menjawab persoalan mendasar seperti pengangguran, ketimpangan ekonomi, rendahnya kualitas pelayanan publik, dan krisis ekologis.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis MBG, GMNI menilai tujuannya positif namun harus dikawal dengan tata kelola transparan, pengawasan ketat, dan indikator keberhasilan yang jelas. GMNI juga menyoroti gejala kemunduran demokrasi melalui menguatnya peran aparat di ruang sipil dan melemahnya kontrol terhadap kekuasaan.
Dalam aksi tersebut, GMNI menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah. Antara lain menstabilkan rupiah, menolak kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, menolak dwifungsi Polri dan multifungsi TNI, mendorong reformasi birokrasi, serta menuntut transparansi APBN dan evaluasi program strategis nasional.
GMNI menegaskan kritik yang disampaikan merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa. Mimbar Rakyat disebut sebagai ruang perjuangan untuk mengembalikan arah pembangunan nasional agar berpihak pada rakyat Indonesia.





















