Bogor24Update – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bogor mengalami kenaikan jelang Ramadan. Salah satunya terjadi di Pasar Cibinong.
Ibnu (28), pedagang sayur menyebut bahwa kenaikan harga cukup tinggi, berkisar Rp5 ribu.
“Sebelumnya itu harga cabai cuma Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilo. Lalu cabai rawit setan jadi Rp90 ribu per kilo, cabai merah keriting Rp60 ribu per kilo, dan cabai hijau Rp45 ribu per kilo,” kata Ibnu.
Selain cabai, tambah dia, harga bawang dan tomat juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan sejak dua pekan lalu.
“Harga tomat yang sebelumnya Rp8 ribu per kilo jadi Rp15 ribu per kilo sekarang, lalu bawang yang semula Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilo sekarang jadi Rp45 ribu per kilo,” tambahnya.
Hal yang sama juga dialami oleh pedagang minyak, Suyitno (36). Ia mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi pada harga minyak dalam plastik atau curah.
“Ada kenaikan harga minyak curah yang sebelumnya Rp19 ribu per kilo jadi Rp20 ribu per kilonya, ini naiknya dari awal bulan Februari,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjut dia, kenaikan harga minyak curah tidak terlalu berdampak terhadap pendapatan.
“Konsumen sih tetap ngikutin kenaikan harga, dan kalau pendapatan menurun sih iya tapi ga banyak ya paling ga sampai 5 persenan lah,” jelasnya.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada harga ayam potong. Ibnu (40), salah satu pedagang menyebut bahwa kondisi tersebut sudah terjadi sejak sepekan lalu.
“Hari ini harga ayam sekitar di angka Rp40 ribu per kilo yang sebelumnya hanya Rp35 ribu hingga Rp36 ribu sudah sekitar seminggu lalu,” kata dia.
Akibat kenaikan itu, Ibnu mengeluhkan sepinya pembeli.
“Kalau untuk dampaknya dengan adanya kenaikan itu ya daya beli menurun, dan kita sebagai pengecer para pembelian yang buat jualan lagi merasa keberatan,” pungkasnya. (*)






















